Monday, 28 February 2011

Rumah Tanpa Jendela: Tentang Impian Bersahaja dan Ketulusan Persahabatan


Pesan moral yang disajikan jauh dari kesan menggurui dan ditampilkan secara menawan dari adegan ke adegan dalam durasi 105 menit.”

Undangan dari Mata Sinema (www.matasinema.org)--sebuah komunitas yang menggalang para pemerhati film Indonesia--untuk Nobar (Nonton Bareng) gratis film "Rumah Tanpa Jendela" hari Minggu (27/2) bertempat di Studio 1 Jaringan Blok M Square 21 merupakan sebuah anugerah yang sungguh sangat saya syukuri.

Saya mewakili komunitas Blogger Bekasi bersama rekan-rekan dari komunitas Mata Sinema, adik-adik Asuh PAYISC Al-Azhar, Sanggar Ananda, berkesempatan menonton beserta para insan penting yang berada dibalik penggarapan film ini antara lain Aditya Gumay (sutradara dan penulis skenario), Aty Kanser (artis film, pemeran tokoh nenek) dan Asma Nadia (penulis produktif dan juga penulis novel "Rumah Tanpa Jendela").

Seperti halnya film "Emak Ingin Naik Haji" yang telah berhasil mendapatkan berbagai prestasi membanggakan pada sejumlah acara penghargaan sinema nasional, film inipun diangkat dari sebuah cerpen karya Asma Nadia berjudul "Jendela Rara". Tema bahasan yang digarap sebenarnya relatif sederhana, yakni tentang impian, persahabatan, cinta dan keinginan mewujudkan harapan.

Saya sangat mengapresiasi hadirnya film ini sebagai tontonan alternatif terutama buat anak-anak Indonesia, disela-sela maraknya film-film bertema horor, kekerasan dan seks saat ini serta semakin "keringnya" film-film anak-anak yang sarat dengan kisah yang membangun karakter dan pribadi positif. Pesan moral yang disajikan jauh dari kesan menggurui dan ditampilkan secara menawan dari adegan ke adegan dalam durasi 105 menit.


Walau Raffi Ahmad terkesan terlalu muda dan rapi untuk jadi ayah Rara, ia tetap secara profesional dan konsisten memberikan parade akting yang menawan sepanjang film ini.



Film ini menceritakan sosok Rara (Dwi Tasya), seorang anak keluarga miskin yang tinggal bersama sang nenek yang kerap dipanggil Mbok (Inggrid Widjanarko) dan sang ayah (Raffi Ahmad) di sebuah perkampungan pemulung miskin yang kumuh. Rara memiliki impian bersahaja yang kerap ditertawakan oleh kawan-kawan sekolahnya : Jendela untuk rumah. Diatas bukunya yang lusuh ia menulis: "Namaku Rara, aku tinggal di Jakarta, dirumah yang sempit di kampung pemulung yang sumpek dengan rumah-rumah tanpa jendela. Apa artinya sebuah jendela, jika kami bisa kehilangan rumah kapan saja, karena digusur. Sebenarnya aku pengen tahu pendapat ibu , Tapi ibu sudah meninggal karena sakit sebelum aku sempat bertanya". Prolog film ini sungguh meninggalkan kesan mendalam dan menghentak. Tentang kemiskinan dan ironi realitas kehidupan di ibukota.

Kita kemudian diperkenalkan pada sosok Aldo (Emir Mahira),seorang bocah laki-laki dari keluarga kaya raya yang memiliki keterbelakangan mental. Rara dan Aldo dipertemukan secara tak sengaja ketika gadis kecil itu yang menjadi "ojek payung" menawarkan jasanya kepada Aldo yang tengah kehujanan di sekolah. Ketulusan persahabatan yang dibangun tanpa prasangka tersebut berlangsung spontan dan erat dengan mengabaikan perbedaan strata sosial yang hadir diantara mereka. Rentetan peristiwa kemudian terjadi mewarnai interaksi kedua sosok ini, baik antara Aldo bersama kedua kakaknya yang diperankan oleh Maudy Ayunda dan Ouzan Ruz atau hasrat Rara yang terus mendesak sang ayah membuatkan jendela buat rumah mereka yang sempit.

Di bawah arahan tangan dingin sutradara muda handal Aditya Gumay, film yang 100% hasil penjualan tiketnya disumbangkan bagi kaum dhuafa khususnya untuk membantu anak jalanan mendapatkan hak dan fasilitas pendidikan, pembangunan sekolah, rumah singgah, biaya sekolah bagi anak tidak mampu serta membuat perpustakaan keliling dan pengembangan melalui yayasan yang menangani anak jalanan ini tampil memikat dan menyentuh hati.

Dua artis muda yang menjadi lakon utama, Dwi Tasya dan Emir Mahira tampil prima dan sangat natural. Saya salut melihat akting Emir yang tampil mempesona memerankan sosok Aldo yang rapuh, sensitif namun memiliki sikap setia kawan yang tinggi. Dengan gestur tubuh dan dialog yang kerap terpatah-patah, Emir secara gemilang memberi kekuatan pada "roh" Aldo yang diperankannya. Dilain pihak akting Dwi Tasya pun terlihat memukau. Kemampuannya menyajikan kesedihan, kegembiraan, putus asa. dan optimisme sangat ekspresif. Ia pun dapat membangun "Chemistry" konstruktif bersama lawan mainnya, baik pada Emir maupun kepada pemain lain.

Walau Raffi Ahmad terkesan "masih terlalu muda" (juga "terlalu rapi") untuk jadi ayah Rara, ia tetap secara profesional dan konsisten memberikan parade akting yang menawan sepanjang film ini. Bagian yang paling saya suka adalah ketika Raffi menceritakan dongeng pengantar tidur kepada putri tercintanya juga tatkala ia bersikap sinis dan tajam kepada Tante Rara yang diperankan oleh Yuni Shara yang bersikeras untuk menemui ibu mereka sesaat sebelum ia berangkat ke Batam.

Sementara itu, kehadiran bintang-bintang lawas yang ikut meramaikan film ini juga tak kalah memikat. Keberadaan Alicia Johar sebagai ibu Aldo dan Aty Kanser sebagai nenek Aldo serta Inggrid Widjanarko yang berperan sebagai nenek Rara dengan pengalaman akting mumpuni yang dimiliki bertahun-tahun memberikan “nilai lebih” pada film ini.

Lagu-lagu yang ditampilkan dalam film ini (sebagian besar diciptakan oleh Aditya Gumay) juga lumayan bagus, tidak hanya dari segi aransemennya juga pada narasi liriknya yang inspiratif. Anak saya yang ikut menonton juga dengan mudah bisa mengikuti bait demi bait lagu-lagunya. Dari segi sinematografis film ini berhasil menyajikan gambar-gambar indah melalui sudut pandang "tidak biasa" tapi "luar biasa". Meski terdapat beberapa adegan yang terkesan klise dan sedikit kehilangan greget mulai dari paruh kedua akibat bertambahnya intensitas plot dan konflik, alur film ini berlangsung lancar dan sempat membuat saya dibekap keharuan mendalam.

Saya menyatakan salut atas peluncuran film yang sarat dengan nasehat moral sederhana ini. Film yang bercerita tentang upaya meraih impian, menjalin persahabatan yang tulus, semangat yang tak pupus dan senantiasa bersyukur atas segala karunia Allah SWT merupakan angin segar ditengah-tengah kerinduan kita pada hadirnya film anak-anak berkualitas.

"Rumah Tanpa Jendela" menjadi jawaban atas segala kegelisahan itu.

Maju terus perfilman Indonesia!
Klik Duit Untuk Anda

Domain free Anda

Wednesday, 23 February 2011

Makam Gus Dur Ambles


VIVAnews - Makam mantan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, ambles. Beredar kabar, kain kafannya masih terlihat bersih.

"Tadi pagi dikabarkan ambles. Tapi sekarang sudah diperbaiki lagi," kata salah satu keponakan Gus Dur, Firry Wahid dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Jumat 18 Februari 2011.

Menurut putra Umar Wahid ini, informasi yang diterima keluarga, penyebab utama amblesnya makam Gus Dur itu akumulasi dari kondisi tanah pemakaman. "Saat pemakaman, tanahnya tidak dipadatkan," kata Firry. Saat ini, kata Firry, putri pertama Gus Dur, Alisa Wahid sudah berada di pemakaman.

Saat ini beredar kabar, saat makam itu ambles, kain kafan yang membalut jasad Gus Dur masih terlihat sangat bersih seperti baru. Dalam kondisi normal, kain kafan yang turut dikubur lebih dari setahun seharusnya tergerus hingga rusak di dalam tanah.

Tetapi sumber VIVAnews.com membenarkan berita itu. "Kain kafannya memang masih bersih," ujar sumber yang menolak disebut namanya.

Gus Dur wafat pada Rabu 30 Desember 2009 sekitar pukul 18.40 WIB. Kondisi kesehatan Gus Dur menurun sejak menjalani operasi gigi Senin 28 Desember 2009 lalu. (umi)
Klik Duit Untuk Anda

Domain free Anda

Friday, 18 February 2011

Irwandi Kembali Calonkan Diri


Banda Aceh ( Berita ) – Irwandi Yusuf mengatakan akan kembali mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Aceh periode 2012-2017 pada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) akhir 2011.
“Saya akan maju lagi sebagai calon gubernur pada pilkada mendatang,” kata Irwandi yusuf saat menemui ribuan pendukungnya di taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Selasa [15/02] .
Sejak Minggu (13/2) ribuan warga dari Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil, menggelar doa bersama untuk Irwandi Yusuf di Masjid Raya Banda Aceh.
Masyarakat yang tergabung dalam Barisan Muda Barat Selatan (Barsel) dan Gerakan Tangisan Rakyat (Getar) Nagan Raya itu juga mengharapkan Irwandi Yusuf bersedia maju kembali pada Pilkada mendatang.
“Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat pada hari ini, semoga Aceh menjadi lebih baik dimasa yang akan datang,” katanya.
Irwandi juga minta massa yang masih terkonsentrasi di taman Ratu Safiatuddin agar kembali daerahnya.
Pasangan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh setelah memenangkan Pilkada 2007 dengan meraih 38,20 persen suara.
Irwandi yang dikenal sebagai salah seorang tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu maju sebagai calon gubernur melalui jalur non partai (independen) pada Pilkada sebelumnya.
Pada Pilkada gubernur periode 2012-2017, Partai Aceh secara resmi telah menetapkan DR Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub).
Penentuan cagub dan cawagub Aceh dari partai yang didominasi mantan kombatan GAM itu berdasarkan keputusan rapat yang dihadiri ketua dan sekretaris pimpinan Partai Aceh dari 23 kabupaten/kota.
“Keputusan ini sudah final, kami mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk bersama Partai Aceh bersatu mewujudkan MoU Helsinki dan membangun daerah dengan adil, demokratis serta bermartabat,” kata Ketua umum DPA Partai Aceh Muzakir Manaf. (ant )
Klik Duit Untuk Anda

Domain free Anda

Thursday, 17 February 2011

Lagi, 129 Manusia Perahu Terdampar di Aceh

Banda Aceh | Harian Aceh – Sebanyak 129 warga Myanmar terdampar Aceh, Rabu (16/2) dini hari, setelah mesin perahu mereka mengalami kerusakan. Para manusia perahu yang seluruhnya laki-laki itu kini ditampung sementara di gedung milik PT Pelindo di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar.

Saat ditemukan nelayan Aceh, kondisi kesehatan mereka memprihatinkan karena kekurangan makanan dan minuman. “Kondisi kesehatannya sangat memprihatinkan. Namun, setelah mendapat bantuan medis dari Puskesmas Krueng Raya, kondisi mereka mulai membaik. Hanya tiga orang yang sampai saat ini masih diinfus karena kekurangan cairan,” kata Camat Masjid Raya Yulizar.

Yulizar menjelaskan, para manusia perahu asal Myanmar atau Burma yang seluruhnya beragama Islam itu, pertama sekali ditemukan para nelayan asal Peudada Kabupaten Bireuen yang sedang melaut. “Mereka ditemukan sekira pukul 03.00 WIB, dan tiba di Pelabuhan Malahayati Krueng Raya sekira pukul 07.30 WIB,” katanya.

Selain mendapat bantuan medis, kata dia, mereka juga diberikan bantuan makanan dan keperluan lainnya dari warga yang berdomisili sekitar pelabuhan.

Direktur Polisi Air Polda Aceh Kombes Zaini mengatakan pihaknya bersama imigrasi dan kantor karantina beserta instansi terkait lainnya masih mengidentifikasi warga negara asing tersebut. “Belum diketahui tujuan warga negara Myanmar tersebut. Mereka sedang diidentifikasi. Saat ini mereka masih berada dalam pengawasan di Pelabuhan Krueng Raya,” kata Kombes Zaini.

Sementara itu, Nur Alam, pengungsi asal Myanmar itu mengatakan dia dan teman-temannya terombang-ambing di laut selama 25 hari setelah meninggalkan negaranya. “Tujuan kami ke Australia mencari perlindungan. Namun, dalam perjalanan, perahu yang kami tumpangi mengalami kerusakan mesin,” kata Nur Alam dengan bahasa Indonesia terpatah-patah.

Dia mengatakan mereka meninggalkan negaranya karena mengalami penyiksaan. Namun, ia tidak mau menyebutkan siapa yang menyiksa mereka dan asal daerah mereka di Myanmar.

Lapor ke Menteri

Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar menyatakan pihaknya telah melaporkan ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) menyangkut adanya 129 manusia perahu asal Burma yang terdampar di perairan Aceh. “Soal pengungsi itu merupakan kewenangan pusat, pihak pusat akan turun langsung ke lapangan untuk menanganinya,” kata Wagub saat dihubungi Harian Aceh, Rabu (16/2).

Pihak Kemenlu mengatakan akan segera mengirim tim. “Insya Allah kami dari Kemlu akan kirim tim untuk bantu penyelesaian di lapangan,” kata Dirjen IDP Kemlu, Andri Hadi, merespon laporan Wagub.

Tanggapan senada juga datang dari pihak Menkopolhukam. “Staf saya sudah saya minta ikut urus segera (soal pengungsi Rohingya),” kata Menkopolhukam Joko Suyanto.(bay/ant)

Klik Duit Untuk Anda

Domain free Anda

Demo Desak Pengesahan Qanun Pilkada Ricuh

Banda Aceh | Harian Aceh – Unjuk rasa puluhan mahasiswa mendesak pengesahan Qanun Pilkada di gedung DPRA, Rabu (16/2), berakhir ricuh. Sejumlah supir anggota dewan menyerang para demonstran secara membabi-buta.

Aksi mahasiswa gabungan Forum Mahasiswa Pantai Barat-Selatan (FPMP-BAS) dan Forum Bersama Mahasiswa Poros (FBMP) Lauser itu digelar di koridor penghubung gedung utama dan gedung komisi DPRA, sekitar pukul 11:30 WIB. Mahasiswa menuntut bertemu Ketua DPRA Hasbi Abdullah guna menyampaikan aspirasi mereka terkait berlarut-larutnya pengesahan Qanun Pemilukada 2011, yang menurut mereka terkesan disengaja.

Pantauan Harian Aceh, setelah setengah jam berorasi, anggota DPRA Abdullah Saleh datang menemui mahasiswa. Tapi dia hanya ingin berkomunikasi dalam bahasa Aceh. Mahasiswa yang sebagian di antaranya tak begitu lancar berbahasa Aceh karena berasal dari suku Gayo dan Alas, meminta politisi Partai Aceh itu menggunakan bahasa Indonesia.

Tak ada kesepakatan bahasa yang digunakan, cekcok pun tak terhindarkan. “Kalian ini demonstran tak jelas, kalian bukan orang Aceh,” kata Abdullah Saleh sambil meninggalkan pengunjuk rasa, tapi tetap memantau dari kejauhan.

Mahasiswa melanjutkan orasinya. Berselang beberapa saat, Abdullah Saleh kembali menghampiri dan masuk ke kerumunan mahasiswa. Politisi yang menyeberang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke Partai Aceh pada Pemilu Legislatif 2009 lalu, itu mendesak mahasiswa membubarkan aksinya. “Jangan berunjukrasa di sini. Ini kawasan dewan bekerja, kalian mengganggu dewan bekerja,” kata Abdullah Saleh sambil menarik-narik spanduk yang diusung mahasiswa.

Demonstran menolak dan memilih bertahan sehingga terjadi saling dorong. Tiba-tiba muncul seorang berpakaian preman, belakangan diketahui bernama Adi yang juga supir Abddulah Saleh, melepaskan pukulan ke arah mahasiswa. Pukulan pertama mendarat telak di bagian belakang seorang demonstran bernama Ade Irawan. Adi terlihat berulang kali menyerang mahasiswa secara membabi buta.

Suasana semakin ricuh setelah beberapa pria lain yang juga berpakaian preman, ikut tersulut emosinya. Begitu juga Abddullah Saleh. Dia tampak emosi dan terus mendesak demonstran hingga keluar dari halaman gedung DPRA. Aparat pengamanan gedung DPRA tak dapat berbuat banyak. Sekitar pukul 13.30 WIB, demonstran terpaksa meninggalkan gedung DPRA.

Pengekangan Demokrasi

Koordinator lapangan aksi mahasiswa, Waladan Yoga menyesalkan tindakan sejumlah supir anggota dewan yang menyerang mahasiswa. “Kami ingin menyampaikan aspirasi pada DPRA. Sementara mereka (pria yang melakukan pemukulan) tak memiliki kapasitas apa-apa di DPRA. Kami pertanyakan itu, karena masyarakat tak nyaman bila kantor wakil rakyat dihuni orang-orang seperti itu,” kata Yoga. Selain itu, kata Yoga, pemukulan ini bukti nyata bahwa demokrasi di Aceh masih dikekang dengan cara-cara kekerasan oleh oknum-oknum tertentu yang merasa memiliki Aceh.

Dia juga menyayangkan Abdullah Saleh yang tak ingin berkomunikasi dengan bahasa Indonesia, padahal itu adalah bahasa resmi Ibu Pertiwi. Menurut Yoga, kejadian ini juga dapat disimpulkan bahwa memang ada upaya dari salah satu fraksi di DPRA yang sengaja ingin memperlambat proses pengesahan Raqan Pemilukada untuk target tertentu.

Kecuali itu, mahasiswa sudah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Banda Aceh. “Kami melapor ke polisi dengan nomor surat pengaduan LPB/11/II/2011/SPK dan kami juga akan melaporkannya ke Komnas HAM,” kata Yoga.(dad)

Klik Duit Untuk Anda

Domain free Anda

Friday, 28 January 2011

Survei Calon Gubernur Aceh Elektabilitas Muhammad Nazar Paling Tinggi

Banda Aceh | Harian Aceh – Muhammad Nazar mulai disebut-sebut sebagai calon kuat Gubernur Aceh periode 2011-2016. Tingkat keterpilihan Nazar dari Aceh-2 menjadi Aceh-1 sangat tinggi.
Berdasarkan hasil survei Lembaga Peneliti Nusantara (LPN) tentang prilaku pemilih menjelang Pemilukada 2011, nama Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar memperoleh persentase tertinggi. Hasil tersebut dibeberkan LPM dalam jumpa pers di Hotel Hermes Palace, Kamis (27/1).

Penasehat LPN Donni Edwin didampingi Koordinator LPM Dedi Nur menyebutkan, dari hasil survei yang dilakukan sejak November hingga Desember 2010 lalu itu, Muhammad Nazar memperoleh 38,84 persen dari total 345 pemberi informasi/responden.

Selain Nazar, ada 10 nama lainnya yang disurvei. Masing-masing, Irwandi Yusuf memperoleh 12,48 persen, Sulaiman Abda (7,25 persen), M Nasir Djamil (7,25 persen), Malek Mahmud 6,96 persen, Darni Daud (5,51 persen), Ahmad Humam Hamid (4,35 persen), Mawardy Nurdin (3,77 persen), Aminullah Usman (2,61 persen), Zaini Abdullah (2,32 persen), dan Farid Wajidi (2,03 persen).

Selanjutnya ada empat nama yang dimunculkan responden. Mereka adalah Tarmizi Karim (0,58 persen), Gazali Abbas (0,58 persen), Muzakkir Manaf (0,29 persen), dan Surya Paloh (0,29 persen). “Dah juga yang tidak memilih 4,93 persen. “Nama yang didominasi LPN hanya 11, sematara empat nama terakhir dimunculkan sendiri oleh informan,” kata Donni Edwin.

Menurut Donni, hasil survei itu terpaksa dimunculkan dan diumumkan ke publik. Sesuai dengan pengakuan tokoh-tokoh masyarakat yang disurvei, sebut Donni, kultur pemilu di Aceh dan para pemilih pada 2011 akan berbeda dari Pemilu legislatif lalu. “Pemilu 2011 akan berlangsung lebih rasional dan demokratis dibandingkan pemilu legislatif 2009 lalu. Bisa saja masyarakat akan melawan intimidasi dalam Pemilukada 2011 karena tidak mau melihat demokrasi di Aceh hilang kualitas dan memperlambat pembangunan karena ketidakmampuan para pemimpin yang salah pilih,” sebutnya.

Selama ini, jelasnya, masyarakat merasakan sosok yang dipilih pada Pilkada 2006 dan pemilu legislatif ternyata tidak mampu sama sekali ketika memimpin.

Dari hasil survei yang dilakukan pihaknya, terlihat bahwa masyarakat tidak lagi melihat kandidat atas nama partai, institusi dan kendaraan politik, melainkan lebih melihat syarat-syarat lain dari kepemimpinan terutama kemampuan, komunikasi politik, pemberani, amanah, penerobos, pelobi, agama/akhlak dan berpengalaman.

Sementara Dedi Nur menjelakan, survei tersebut dilakukan di 23 kabupaten/kota di Aceh dengan memilih 6 kategori tokoh dalam masyarakat yang diwawancara, yakni ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemerintahan, serta tokoh pemuda dan mahasiswa. “Sebanyak 15 informan untuk setiap kabupaten/kota yang masing-masing diajukan 10 pertanyaan,” katanya.

Dedi Nur mengatakan survei itu tidak sepenuhnya mewakili seluruh masyarakat. “LPM melakukan survei hanya untuk mengakomodir sejumlah calon yang mulai hangat dibicarakan masyarakat,” katanya.

Dedi menjelaskan, Muhammad Nazar banyak mendapat dukungan di tujuh daerah, yaitu Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Selatan.

Para responden juga ditanyai pandangan mereka terhadap pemberdayaan ekonomi Aceh, termasuk juga kritikan terhadap pemerintah. “Untuk tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan saat ini, ada sekitar 54,49 persen masyarakat memberi penilaian tidak puas, 39,13 persen puas, dan 6,38 persen tidak tahu,” katanya.

Terkait ketidakpuasan itu, jelas dia, banyak informan mengatakan pemberdayaan ekonomi tidak langsung tersentuh masyarakat lapisan bawah yang berada di desa-desa.(dad/bay)
Klik Duit Untuk Anda

Domain free Anda

MK Kabulkan Permohonan Independen Pemilukada Aceh


JAKARTA,"Alhamdulillah, akhirnya demokrasi dimenangkan Mahkamah Konstitusi di Aceh," ujar Fadjroel Rachman, Ketua Umum Gerakan Nasional Calon Independen (GNCI), didampingi Saut Sinaga, Sekretaris Jenderal GNCI dan Victor Tandiyasa, Ketua Departemen Hukum dan Advokasi GNCI, setelah Mahkamah Konstitusi yang dipimpin Ketua MK Prof.Mahfud MD dan didampingi 8 hakim MK lainnya mengabulkan sepenuhnya uji materi pemohon dan pihak terkait di ruang sidang MK hari Kamis (30/12/2010).

Gerakan Nasional Calon Independen (GNCI) adalah pihak terkait dalam permohonan pengujian norma hukum Pasal 256 Undang-Undang No.11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh, Terhadap Undang-Undang Dasar 1945 khususnya Pasal 18 Ayat (4), Pasal 27 ayat (1), Pasal 28 D ayat (1) dan (3), Pasal 28 I ayat (2). Adapun pemohon untuk uji materi UU Pemerintahan Aceh adalah: Tami Anshar Mohd Nur (Calon Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Pidie), Faurizal (Calon Bupati/ Wakil Bupati Kabupaten Bireun), Zainuddin Salam (Calon Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Aceh Timur), dan Hasbi Baday (Calon Bupati/ Wakil Bupati Kabupaten Simeulue). Kuasa hukum pemohon maupun pihak terkait adalah : Mukhlis, SH, Safaruddin, SH, Marzuki, SH dari Kantor Advokat MUKHLIS, SAFAR & PARTNERS yang berkedudukan di Jl. Panglima Nyak Makam No 96 Banda Aceh.



Adapun pasal yang diuji materi kepada adalah pasal 256 UU NO 11 TAHUN 2006 yang berbunyi:"Ketentuan yang mengatur calon perseorangan dalam pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, atau Walikota/Wakil Walikota sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf d, berlaku dan hanya dilaksanakan untuk pemilihan pertama kali sejak Undang-Undang ini diundangkan."

Salah satu alasan dikabulkannya uji materi oleh MK agar Independen Aceh bisa berlaga dalam Pemilukada Aceh yang direncanakan pada Oktober 2011 adalah, "Bahwa MK tidak menafikan adanya otonomi khusus di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, namun calon perseorangan dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah tidak termasuk dalam keistimewaan Pemerintahan Aceh menurut Pasal 3 UU No.44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh (Lembaran Negara RI Tahun 1999 No.172, Tambahan Lembaran Negara RI No.3893) yang menyatakan; Pasal 3 ayat (1) Keistimewaan merupakan pengakuan bangsa Indonesia yang diberikan kepada daerah karena perjuangan dan nilai-nilai hakiki masyarakat tetap dipelihara secara turun temurun sebagai landasan spiritual, moral, dan kemanusiaan; Pasal 3 ayat (2) Penyelenggaraan Keistimewaan meliputi: a. Penyelenggara kehidupan beragama; b.penyelenggaraan kehidupan adat; c. Penyelenggaraan pendidikan; dan d. Peran ulama dalam penetapan kebijakan daerah." Apalagi antara UU 32/2004 dengan UU 11/2006 tidak dapat diposisikan dalam hubungan hukum yang bersifat umum dan khusus (vide putusan MK No.5/PUU-V/2007 bertanggal 23 Juli 2007). Fakta hukum lainnya, Provinsi Papua yang merupakan daerah otonomi khusus, juga memberlakukan calon perseorangan dalam Pemilukada.

Karena itulah 9 (sembilan) hakim MK secara mutlak, tanpa dissenting opinion, membuat amar putusan dan menyatakan: 1. Mengabulkan permohonan para pemohon untuk seluruhnya; 2. Pasal 256 UU No.11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (Lembaran Negara RI Tahun 2006 No.62. Tambahan Lembaran Negara RI No.4633) BERTENTANGAN dengan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 3. Pasal 256 UU No.11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (Lembaran Negara RI Tahun 2006 No.62. Tambahan Lembaran Negara RI No.4633) TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM MENGIKAT; 4. Memerintahkan pemuatan putusan ini dalam Berita Negara RI.
Klik Duit Untuk Anda

Domain free Anda

MK Izinkan Calon Independen Ikut Pilkada Aceh



Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan gugatan calon independen dalam Pemilukada di Aceh. Mahkamah memutuskan bahwa calon independen kini dapat mengikuti proses Pemilukada di Provinsi Naggroe Aceh Darussalam (NAD).

"Mengabulkan permohonan para pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua Majelis Konstitusi, Mahfud MD, saat membacakan putusan di Mahkamah Konstitusi, Kamis 30 Desember 2010.

Permohonan ini diajukan oleh Tami Anshar Mohd Nur, Faurizal, Zainuddin Salam, dan Hasbi Baday. Mereka adalah wiraswasta yang berkeinginan untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Provinsi NAD.

Tami akan mencalonkan diri sebagai calon Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Pidie, Faurizal sebagai calon Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Bireun, Zainuddin sebagai calon Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Aceh Timur, dan Hasbi sebagai calon Bupati/Wakil Bupati Simeulue.

Mereka meminta Pasal 256 UU Pemerintahan Aceh bertentangan dengan UUD 1945, khususnya Pasal Pasal 18 ayat (4), Pasal 27 ayat (1), Pasal 28D ayat (1) dan ayat (3), dan Pasal 28I ayat (2).
Adapun bunyi Pasal 256 UU Pemerintahan Aceh tersebut adalah "Ketentuan yang mengatur calon perseorangan dalam pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, atau Walikota/Wakil Walikota sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 67 ayat (1) huruf d, berlaku dan hanya dilaksanakan untuk pemilihan pertama kali sejak Undang-Undang ini diundangkan".

Dalam pertimbangannya, Majelis Konstitusi menilai, berdasarkan ketentuan Pasal 67 ayat (1) huruf d UU Pemerintahan Aceh, membuka kesempatan bagi calon perseorangan untuk ikut dalam pemilukada.

Namun, aturan tersebut dibatasi dalam ketentuan Pasal 256 UU Pemerintahan Aceh yang "ketentuan yang mengatur calon perseorangan dalam pemilihan gubernur/Wakil gubernur, bupati/wakil bupati, atau walikota/wakil walikota sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 67 ayat (1) huruf d, berlaku dan hanya dilaksanakan untuk pemilihan pertama kali sejak Undang-Undang a quo diundangkan".

Menurut mahkamah, bahwa tidak memberikan kesempatan kepada calon perseorangan dalam Pemilukada bertentangan dengan UUD 1945. Hal ini juga sesuai dengan putusan Mahkamah Nomor 5/PUU-V/2007, bertanggal 23 Juli 2007, yang mengakui dan memperbolehkan calon perseorangan.

"Mahkamah memberi pertimbangan bahwa Pasal 256 UU Pemerintahan Aceh dapat menimbulkan terlanggarnya hak warga negara yang bertempat tinggal di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang justru dijamin oleh UUD 1945," jelas mahkamah.

Hal tersebut juga diperkuat adanya aturan yang memperbolehkan calon perseorangan dalam UU Pemerintahan Daerah. "Dengan demikian, calon perseorangan dalam Pemilukada secara hukum berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia," jelas mahkamah.

Berdasarkan pertimbangan itu, menurut Mahkamah, calon perseorangan dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah tidak boleh dibatasi pemberlakuannya. Karena jika hal demikian diberlakukan maka akan mengakibatkan perlakuan yang tidak adil dan ketidaksamaan kedudukan di muka hukum dan pemerintahan antara warga negara Indonesia yang bertempat tinggal di Provinsi Aceh dan yang bertempat tinggal di wilayah Indonesia lainnya.

"Warga negara indonesia yang bertempat tinggal di Provinsi Aceh akan menikmati hak yang lebih sedikit karena tidak dapat mencalonkan diri sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah secara perseorangan yang berarti tidak terdapat perlakuan yang sama di depan hukum dan pemerintahan sebagaimana dijamin oleh UUD 1945," papar Mahkamah. (umi)
• VIVAnews
Klik Duit Untuk Anda

Domain free Anda

Sunday, 09 May 2010

Aceh serambi mekah di guncang gempa 7,2 SR Jam 12.58

Aceh serambi mekah di guncang gempa 7,2 SR Jam 12.58 tepat waktu aceh kantor berita di swedia Melaporkan Pusat Gempa Di simeulue. Hingga Fax ini di kirim langsung ke kantor Partai SIRA Belum terlacak Korban jiwa/materi seorang sahabat bule di inggris melalui jaringan yahoo messengger baru saja mengatakan kalau ia melihat berita gempa di aceh itu melalui running text SKY TV inggris. Sementara itu Badan Meteorologi ,klimatologi, dan giofisika melansir bahwa pusat gempa berada di 66Km Barat Daya Meulaboh Aceh Barat Pada kedalaman 30 Km Dengan Lokasi 3,61 lintang utara dan 95,84 Bujur Timur Pusat riset tsunami Asia Pasifik yang bermarkas di hawai Melansir data serupa dengan BMKG. dalam rilis itu disebutkan bahwa gempa berkekuatan 7,3 itu berpotensi tsunami tetapi beberapa jam kemudian dibatalkan karena dilapangan tidak terjadi tsunami ' MANDUM NYO PERINGATAN ALLAH KEU UREUNG ACEH, BEUKAYEM MEURATEP SYEDARA LON SIGOLOM DI TALUM LOM LE TSUNAMI, HUDEP NYO HIASAN DONYA MANDUM.......

Tgk. Skandinavia.

Publikasi. Udin Sira



Klik Duit Untuk Anda

Domain free Anda

Sunday, 07 February 2010

Koin Dikumpulkan GPRS Sudah Lebih Rp 10 Juta * Puluhan Korban Tsunami Bantah Isu Pemaksaan

MEULABOH - Puluhan perwakilan korban tsunami Aceh Barat yang bergabung dalam wadah Gabungan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) menegaskan komitmen mereka untuk terus melaksanakan aksi pengumpulan koin guna membantu pemerintah yang hingga kini belum mampu memenuhi hak-hak korban tsunami. “Laporan yang mengatakan ada pemaksaan adalah fitnah. Kami terus bekerja, bahkan hingga kini jumlah koin yang terkumpul sudah Rp 10.474.725,” tandas Rizal selaku juru bicara perwakilan korban tsunami. Pernyataan itu disampaikan Rizal didampingi puluhan rekan-rekan senasibnya ketika mendatangi Biro Serambi Meulaboh, Sabtu (6/2) guna meluruskan laporan yang menyebutkan ada pemaksaan untuk mengumpulkan koin bahkan dikenakan denda antara Rp 50.000 hingga Rp 150.000/orang/hari jika tak mau melaksanakan pekerjaan itu. “Laporan itu sama sekali bohong. Orang yang menyebarkan kabar bohong itu bukan korban tsunami yang sedang memperjuangkan hak-haknya mendapatkan rumah,” tandas Rizal.

Dijelaskannya, laporan yang disampaikan pasangan suami istri, Muslim dan Sariati, sebagaimana dilansir Serambi edisi Sabtu (6/2) yang menyatakan ada pemaksaan dalam pengumpulan koin dan denda bagi yang menolak, merupakan pernyataan yang sama sekali tidak benar. “Perjuangan yang kami lakukan ini murni untuk memperjuangkan rumah bantuan untuk korban tsunami. Tak ada pemaksaan dari pihak mana pun,” ulang Rizal. Diakui Rizal, keberadaan Sariati dan Muslim dalam kelompok mereka untuk berjuang mendapatkan rumah korban tsunami, memang benar adanya namun mereka bukan korban tsunami. Berdasarkan pengecekan aparat Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Muslim dan Sariati bukan warga setempat dan tak terkena musibah.

Saat musibah tsunami 26 Desember 2004, pasangan suami istri itu berada di luar Aceh, dan kembali setelah musibah kemudian bergabung untuk mendapatkan rumah. “Ketika mengetahui mereka bukan korban tsunami, akhirnya pasangan suami istri itu diminta supaya tak lagi bergabung,” kata Rizal dibenarkan Ketua GPRS, Edi Chandra. “Ini perlu kami perjelas agar tidak muncul fitnah dan salah pengertian,” demikian Rizal. Seperti diberitakan, meski disebut-sebut sudah ada komitmen antara korban tsunami dengan mahasiswa dan elemen sipil lainnya untuk bersama-sama mengumpulkan koin guna membantu biaya pembangunan rumah korban tsunami, tetapi dalam beberapa hari terakhir aksi itu mulai mencuatkan masalah. Ada korban tsunami yang mengaku dipaksa mengumpulkan koin dan diancam tak dapat rumah kalau mengingkari kesepakatan.(edi)

Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Friday, 05 February 2010

Kerbau SiBuYa Go International

VIVAnews - Kerbau SiBuYa sukses mendapat sorotan sejumlah media massa terkemuka internasional. Gara-gara penampilannya yang menghebohkan masyarakat ibukota dan mengundang komentar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sensasi SiBuYa akhirnya berhasil mendapat porsi pemberitaan di laman beberapa media masing.

Menurut pantauan VIVAnews, media-media asing yang memberitakan kerbau itu tergolong pemain elit. Mereka diantaranya laman milik stasiun televisi BBC dari Inggris.

Selain itu, sejumlah laman milik koran-koran terkemuka juga ikut memberitakan SiBuYa. Mereka diantaranya The Washington Post (AS), The Telegraph (Inggris), dan The Australian (Australia), hingga laman berita Arab, Gulf News.

Sejumlah kantor berita ternama seperti Associated Press, Reuters, dan AFP pun ikut memberitakan aksi protes yang unik itu.

Mereka rata-rata memberitakan larangan polisi Indonesia agar para pendemo tidak lagi mengerahkan kerbau dan hewan-hewan lain saat melakukan aksi unjuk rasa kepada pemerintah.

"Jalan protokol tidak boleh dilintasi hewan karena mereka bisa berkeliaran. Itu bisa mengganggu lalu lintas," kata seorang pejabat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafly Amar kepada BBC.

Beberapa hari lalu, para demonstran mengerahkan seekor kerbau, yang diberi nama SiBuYa sebagai simbol kekecewaan kepada pemerintahan Yudhoyono. Menurut para demonstran, pemerintah dinilai lambat dan bodoh seperti kerbau dalam menjalankan tugas, terutama dalam pemberantasan korupsi.

Aksi protes mengerahkan kerbau itu tidak saja membuat lalu lintas di pusat Jakarta menjadi macet, namun turut membuat tersinggung Yudhoyono. Cara berunjuk rasa dengan membawa binatang, apalagi ditempel gambar presiden memang tidak etis.

Sejumlah kalangan dan pembaca vivanews memprotes cara berunjuk rasa seperti ini. Ndang Supriatna, dalam komentarnya kepada VIVANews menuturkan: Kebebasan berekspresi sih boleh-boleh saja, tapi ya yang baik lah, enggak usah demo pake kerbau yg ditulisin Si Bu Ya plus gambar Pak SBY segala. Itu kan penghinaaan yg luar biasa kepada Simbol Negara

sumber : VIVANEWS





Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Thursday, 28 January 2010

Demonstran di DPR Berusaha Robohkan Pagar

Metrotvnews.com, Jakarta: Ratusan mahasiswa anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berusaha merobohkan pagar pintu masuk gerbang DPR di Senayan, Jakarta, Kamis (28/1). Mereka mencoba menarik kawat berduri yang menutupi pintu gerbang dengan spanduk. Usaha mahasiswa ini belum membuahkan hasil.

Maklum, pagar kawat berduri dibuat berlapis-lapis. Aparat, baik Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR maupun polisi yang berjaga-jaga di sekitar pintu gerbang, segera mencegah usaha mahasiswa tersebut. Mahasiswa sempat memanjat pintu pagar untuk memasang bendera dan mencorat-coret pagar dengan cat semprot.

Reporter Metro TV Gloria Anatasia melaporkan, mahasiswa menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono mundur dari jabatannya. Mereka menilai Yudhoyono-Boedono gagal mensejahterakan warga. Sektor-sektor ekonomui, hukum dan sosial-budaya semakin mundur.

Mahasiswa juga mengritik Presiden yang tampak ketakutan. Dalam berbagai pidato dalam beberapa hari terakhir Presiden selalu menyebut kekhawatiran dimakzulkan. Menurut mahasiswa, seharusnya Presiden tidak perlu mengatakan hal itu. Sampai saat ini mahasiswa masih berorasi. Ada kemungkinan mereka merapat ke Istana Merdeka, Jakarta Pusat, bergabung dengan massa lainnya.(DOR)


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Tuesday, 19 January 2010

Kompetisi U-21 Peusangan Kampiun

BIREUEN – Tim sepakbola Kecamatan Peusangan, Bireuen, sukses menjadi kampiun, setelah di partai final, Senin (18/1) sore, mampu mengalahkan PS DAS Juli, 5-3 (1-1) lewat adu penalti, dalam turnamen sepakbola U-21 Pengcab PSSI Bireuen I, di lapangan Blang Asan, Peusangan.

Sebagai juara dalam event tingkat kabupaten tersebut, Peusangan berhak memboyong piala bergilir dan piala tetap plus uang pembinaan sebesar Rp 4 juta yang diserahkan Asisten III Setdakab Bireuen, Jailani. Sementara DAS Juli yang menjadi runner-up hanya mendapat piala tetap ditambah uang pembinaan senilai Rp 3 juta, yang diserahkan Ketua Pengcab PSSI Bireuen, Ridwan Khalid.

Untuk juara ketiga yang diraih Kota Juang, selain mendapatkan piala tetap, mereka juga mendapat dana pembinaan Rp 2 juta. Sedangkan, juara keempat yang direngkuh Kecamatan Kuala, mendapat piala tetap beserta uang pembinaan Rp 1 juta. Top skor diraih Rahmad dari Kota Juang dan mendapat hadiah uang pembinaan Rp 500 ribu.

Usai laga puncak, turnamen sepakbola U-21 tersebut secara resmi ditutup Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman, yang diwakili Asisten III Jailani. Dalam sambutan penutupannya, Jailani mengharapkan event tersebut dapat menjadi agenda tahunan Pengcab PSSI Bireuen dalam membina pemain sepakbola di kabupaten setempat.

Pada pertandingan final yang berlangsung dalam guyuran hujan petang kemarin, kedua tim bermain cepat dan akurat. Alhasil, ribuan penonton yang memadati lapangan riuh rendah dalam memberi dukungan kepada tim jagoannya. Anak binaan M Yusuf Usman lebih dulu unggul melalui gol spektakuler dari luar kotak penalti yang dicetak Syakir menit ke-5, yang bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pertandingan yang dipimpin wasit Nirwan alot. Anak-anak binaan Abu Malek (Keuchik Malek) yang ketinggalan satu gol, mencoba menyamakan kedudukan dengan menerapkan pola permainan agresif. Hasilnya, serangan pasukan Abu Malek berhasil meneror pertahanan Peusangan. Bahkan, tim besutan Bakhtiar Juli ini berkali-kali sukses memaksa Ferry Varia dan Martunis dkk jatuh bangun dalam mengamankan pertahanannya.

Hasilnya bsia ditebak, gol penyama skor pun tak terbendung lagi untuk lahir. Tepat pada menit ke-56, DAS Juli berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Furqan yang gagal dihadang kiper Peusangan. Kedudukan, 1-1 bertahan hingga wasit meniupkan peluit panjang. Untuk menentukan juaranya, panitia melakukan babak ‘tos-tosan’. Peusangan sukses mencetak 4 gol lewat kaki Syakir, Martunis, Wahyu, dan Dian. Sedangkan anak-anak Juli hanya dua gol melalui tendangan Wahyu dan Edi Saputra.(c38)

Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Thursday, 13 August 2009

Caleg Berijazah Palsu Dilapor ke Polda Aceh

Banda Aceh - Forum Anti-Korupsi dan Transparansi Anggaran (FAKTA) kembali melakukan pelaporan hukum terkait dugaan penggunaan ijazah palsu dan atau dokumen yang diragukan ke-absahannya yang diduga dilakukan oknum Caleg terpilih pada Pemilu Legislatif lalu ke Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam.

Demikian disampaikan Koordinator Badan Pekerja FAKTA Indra P Keumala kepada para wartawan. “Kami melaporkan dua oknum dengan inisial FP dan MJH yang masing-masingnya pada Pemilu April lalu terpilih sebagai anggota DPRK Aceh Singkil dan DPRK Aceh Barat Daya,” ujar Indra, Kamis (13/8) di Banda Aceh.

Dikatakannya, laporan dugaan ijazah palsu yang disampaikan pihaknya ke Polda NAD adalah bentuk upaya mendorong tatanan pemerintahan terutama untuk membersihkan parlemen sebagai lembaga perwakilan rakyat agar menjadi lembaga yang bersih dan bertanggungjawab. Selain itu, jelas Indra, langkah ini dirasa penting dilakukan mengingat saat ini KIP Aceh sedang dalam tahap melakukan pelengkapan berkas administrasi dalam rangka pengangkatan dan pelantikan DPRA dan DPRK hasil Pemilu 2009. “Untuk itu diharapkan agar Polda NAD dapat segera bekerja maksimal menuntaskan indikasi pemalsuan tersebut dan mendesak KIP Aceh sementara waktu mempertimbangkan penundaan pelengkapan administrasi kedua Caleg terpilih yang dilaporkan itu,” pungkas Indra.

Indra mengatakan, dalam laporan tersebut pihaknya juga melampirkan salinan ijazah dan salinan dokumen lainnya yang diduga digunakan kedua oknum Caleg PKPI dan PAN itu sebagai kelengkapan administrasi pencalonan diri mereka sebagai Caleg. Dalam laporan tersebut, kata Indra lagi, pihaknya turut menyisipkan analisa dan kronologi berdasar bukti-bukti salinan dokumen sebagai masukan yang mudah-mudahan dapat digunakan membantu proses penyidikan yang nantinya dilakukan Polisi.

Indra menjelaskan, beberapa kejanggalan yang ditemukan pihaknya sebagaimana telah dilaporkan ke pihak Penyidik itu antara lain, pertama untuk oknum FP, Caleg Terpilih PKPI untuk Pemilihan DPRK Aceh Singkil Periode 2009-2014 yang saat ini berstatus sebagai anggota DPRK Aceh Singkil berdasarkan fakta-fakta investigasi dan riset dokumen yang dilakukan Tim Investigasi FAKTA ternyata diketahui tidak memiliki ijazah SD. Oknum tersebut hanya memiliki surat keterangan (SK) yang dikeluarkan oleh Kepala SDN Rantau Gedang yang menyatakan bahwa oknum bersangkutan pernah bersekolah dan menamatkan pendidikan pada SD tersebut, itupun keterangan yang dibuat hanya didasarkan atas pengakuan seseorang. “Artinya SK tersebut patut diragukan kebenarannya dan berbekal SK itulah diduga FP lolos menjadi Caleg, baik pada Pemilu 2004 maupun pada Pemilu 2009 lalu,” jelas Indra

Selanjutnya, ungkap Indra lagi, untuk oknum MJH kecurigaan muncul setelah Tim FAKTA mendapatkan salinan dokumen Ijazah yang digunakan oknum Caleg PAN itu dimana secara fisik gaya penulisan dan corak ijazah yang digunakan berbeda dengan lazimnya penulisan dan corak sebuah ijazah. Selain itu, lanjut Indra, pada salinan dokumen Ijazah Madrasah TSanawiyah (MTS) Pondok Pesantren Darul Amilin Aceh Selatan bernomor 089/ MTS/ DA/ LH/ AS/ 1985 atas nama oknum Caleg tersebut ditandatangani oleh Tgk Mahdi Alghany dan dikeluarkan pada 15 Juli 1985 padahal berdasarkan salinan dokumen lainnya yang berhasil dihimpun Tim FAKTA diperoleh keterangan bahwa Pimpinan Pesantren lahir pada 1 Januari 1970. “Artinya pada saat menandatangani Ijazah tersebut dan menjabat sebagai Pimpinan Pondok Pesantren itu Tgk Mahdi Alghani baru berusia sekitar 15 tahun. Hal ini jelas sebuah ketidakwajaran dan sama sekali tidak dapat diterima akal sehat,” tegas Indra serius.[rel/003]


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Saturday, 08 August 2009

What Does Good Governance Mean to You?

At a press conference in Nairobi, U.S. Secretary of State Hillary Clinton, who began a seven country trip to Africa in Kenya, had the following to say about economic progress and a government’s responsibility to its citizens:

“True economic progress in Africa will depend on responsible governments that reject corruption, enforce the rule of law and deliver results for their people. This is not just about good governance - it’s also about good business.”

When asked on our Facebook poll, 57% of respondents said good governance was the most important issue to them among the many issues Secretary Clinton is set to address in Africa (other options included opportunity, energy/environment, food security/hunger, and gender-based violence).


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Clinton Pays Tribute at Embassy Bombing Memorial

Nairobi, Kenya — Secretary of State Hillary Rodham Clinton began her last day in Nairobi at Memorial Park, paying tribute to the 218 people who were killed in the August 7, 1998, bombing of the U.S. Embassy and the more than 4,000 people who were injured.

Clinton also spent time with the survivors of the blast — some blinded for life — and with the families of the victims. The terrorist group al-Qaida bombed the U.S. embassies in both Nairobi and Dar es Salaam, Tanzania. The Dar es Salaam bombing killed nine Tanzanians, one Kenyan and one Somali and injured 85 others.

Clinton told those gathered in Nairobi that for herself and for her delegation, which included members of the U.S. Congress, visiting the memorial offered “an opportunity to renew our resolve, to do all that we can to ensure that these attacks do not take more innocent lives in the future and to renew our commitment to search for peace and reconciliation with all who are willing to turn from the path of violence.”

Clinton pledged that the United States will continue to work with the Kenyan government to ensure that the 218 lives that were taken were not lost in vain. She added that the survivors have taken it upon themselves to work for peace and “stand as a living symbol against those who favor death over life.”

With the downtown noise of Nairobi in the background, Clinton recalled her memory of the tragic event.

“I remember, with my husband [Bill Clinton, who was then president], meeting a lot of the American survivors and their families and the families of those who did not survive. We spent time with each of them. It was so heart-wrenching to hear the stories of loss and pain, and it is heartening to me now to be standing here to see what that loss and pain has been turned into.”

Clinton said terrorism respects no boundaries, no race, ethnicity or religion, but is aimed at disruption and at denying people the opportunity to make their own decisions and live their own lives.

Standing next to Clinton was a young man, Michael Macharia, who at the age of 3 lost both his parents, who were victims of the blast.

Clinton commended the young man, who is being raised by his grandparents, for doing well in school and said she would tell President Obama about him.

At the time of the terrorist blast, the U.S. Embassy was located in congested downtown Nairobi. Memorial Park is now a living monument to the blast’s victims — on the grounds where the U.S. Embassy once stood.

Both Clinton and the Kenyan minister of foreign affairs, Moses Wetangula, signed the guest book and solemnly laid wreaths in front of the memorial, which bears the names of those who died.

Wetangula told those gathered that the bombing was a “cowardly act carried out by enemies of civilization and enemies of peace” who caused enormous damage and loss of life.

“We come here today to remember those who lost their lives, those who were injured in the incident, but more importantly, to make a bold, clear and public statement: that our resolve to fight and resist terrorism in all of its manifestations, whenever and wherever, will not be cowed by such events. Our duty to make the world safe remains our cardinal law.”

He said the United States and Kenya must work together with other nations to ensure that such an attack never happens again.

Before leaving the site, Clinton and the Kenyan foreign minister and the delegation toured the Memorial Park Visitors Center.

Clinton was in Nairobi to attend the Eighth AGOA Forum on the first stop of a seven-nation Africa trip that also will take her to South Africa, Angola, the Democratic Republic of the Congo, Nigeria, Liberia and Cape Verde.


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Obama marks anniversary of Kenya, Tanzania embassy bombings

August 7 marks the eleventh anniversary of the bombings of the U.S. Embassies in Nairobi, Kenya and Dar es Salaam, Tanzania. Hundreds were killed and thousands injured in the bombings linked to al Qaeda.

In a White House statement, President Obama said, “These attacks in East Africa are sad examples of al Qaeda’s determination to kill innocent men, women and children in many countries, regardless of their religion, race, or nationality. The memory of the attacks in Kenya and Tanzania remind us that we must always be vigilant in working with our allies to bring these terrorists to justice; to prevent these types of attacks from happening again; and to advance peace and security for Americans, Kenyans, Tanzanians, and people around the world.”

Secretary Clinton, currently traveling through Africa, spoke at a memorial for these victims. For more, see “Clinton Pays Tribute at Embassy Bombing Memorial.”



Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Tuesday, 04 August 2009

What the papers say

Journalist Fionola Meredith takes a look at what is making the headlines in Tuesday's morning papers.



"Big bonuses? It would be wrong to stop paying them" - that's the headline in the Independent this morning, and they are the words of Bob Diamond, the £50m a year Barclays boss.

As the Times also notes, Barclays is defying new curbs on city bonuses, as it and HSBC revealed a return to bumper profits.

"Scandalous", says the Independent's editorial - "these bankers should really be paying back their bonuses of previous years, not raking in new ones."

Steve Richards, writing in the Independent, warns that "the banks still pull the levers of power", while John Keane, in the Guardian, says that "toothier approaches", not blind trust, are needed to keep financial hubris under control.

There's much mockery in the papers concerning Harriet Harman's claim in a Sunday newspaper,that "men cannot be left to run things on their own", and that one of Labour's two top posts should always be held by a woman.

"Bonkers!" is the Mail's headline. It claims that's the view of one unnamed Labour cabinet colleague.

Now Ms Harman has stepped up her equality agenda by appearing to blame male bankers for the global financial crisis, pursuing the idea that if it had been Lehman Sisters, there might not have quite so much trouble.

But Kira Cochrane, writing in the Guardian, is on Ms Harman's side - she's glad that someone's drawing attention to the dearth of women in power.

Prisoner moved

The Irish News claims that prison bosses have moved a loyalist double killer into isolation because of fears he will be murdered in jail.

The prisoner in question is Steven Leslie Brown, who was convicted in March of the brutal murders of Portadown teenagers Andrew Robb and David McIlwaine.

Apparently Brown was removed to a secure cell in Maghaberry Prison after police told the prison service they had reliable information that an attempt was to be made on his life.

The paper says a prison source has confirmed that Brown will now be detained in isolation indefinitely for his own safety.

A father of six from County Londonderry is identified as the winner of the £4.5m Lotto jackpot in both the Belfast Telegraph and the Mirror.

And finally, the Times bids a fond farewell to Benson, Britain's best loved carp.

The fish was a whopper all right, going by the front page picture in the Times, and she managed to live for 25 years.

During that time, Benson was hooked and returned to her home lake in Cambridgeshire at least 60 times. Today, though, she is sitting in the deep freeze, waiting to be stuffed and wall mounted.

Did all those years of being caught over and over damage Benson? Steve Broad, editor of UK Carp magazine, says no, adding mysteriously "if carp don't want to get hooked, they won't be".



Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Thursday, 30 July 2009

DAY National Blogger

Party Blogger 2007 (ash / inet)
Jakarta - Minister of Communication and Information (Menkominfo) Mohammad Nuh blunt declare October 27 as National Blogger Day. Momentumnya made over 2007 Blogger Party. It was time to give acknowledgment dicetuskannya in Blogger Party 2007 (PB2007), a national blogger gathering events held in Blitz Megaplex, Jakarta, Saturday (27/10/2007). "I declare this day as National Blogger Day!" accuse him rousing cheers greeted the blog author. "Momentumnya very appropriate to declare this day as a national day blogger. Previous case this has not been planned at all," he said to reporters after the speech to give. Disinggung about the next steps of the National Blogger Day declaration and whether the government will create a code of ethics for bloggers, said that it was not considered. "It's still early, not until it is for thought. Still just a simple," accuse him. Spark for the National Day Blogger appear in the event spontaneously. Preceded by Enda Nasution, Chairman of the Committee of PB2007, in his speech. According to Noah, the bloggers have a role in education and empower people. He also does not expect bloggers' timid 'or fear in writing the blog. "We guarantee there will be no pembreidelan," he said in the PB2007. Enda, who found during the lunch, the declaration was not planned. To the future, Enda also claim there are no specific plans. "Most do not already have a date that can be used as momentum. Later each community or individual bloggers can create their own interprestasinya to observe this day," he explains. PB2007 bring bloggers from various regions in Indonesia. Start from Anging Mammiri from Makassar, Go Ranah Minang from West Sumatra, Loenpia.net of Semarang, Yogyakarta Community Blog bloggers to represent the community in Poso. Non-regional communities such as Blogfam, id-Gmail, Multiply Indonesia, and Muslim Blog also enliven the event. Photo caption, ki-ka: M. Menkominfo Noah, the Director General Applications Telematika Cahyana Ahmadjayadi, and the Chairman of the Committee PB2007 Enda Nasution. Photographer: ash / inet. (Wicaksono Hidayat / wsh)


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda