
Kepengin melihat seisi dunia tanpa harus cape-cape dan ngeluarin duit banyak?
dengan fasilitas google earth ini anda sudah bisa mengelilingi dunia, bahkan bisa melihat keberadaan teman anda. silahkan dicoba

HomePage
Download (18.7 MB)



Sementara itu, rekan Imam Samudra, Amrozi dan Ali Gufron alias Muchlas, hingga berita ini dibuat, belum dimakamkan. Kedua jenazah hingga kini masih berada di rumah orang tua Amrozi di Desa Tenggulun, Solokuro, Lamongan, Jawa Timur. Ratusan warga dan santri Pondok Pesantren Al-Islam, ponpes milik keluarga Amrozi, masih menyemut di sekitar rumah orang tua Amrozi. 
Berbagai persiapan kini masih terus dilakukan di TPU Tenggulun, tempat pemakaman Amrozi dan Muchlas. Di TPU ini pula, ayahanda Amrozi danb Muchlas dimakamkan. Liang lahat yang digali berukuran 2 X 1 meter dengan kedalaman sekitar dua meter. Liang lahat dalam posisi berdampingan. Sebelum dimakamkan, rencananya kedua jenazah disalatkan di Masjid Baitulyaqin, sekitar 200 meter dari kediaman Amrozi.(udin)
MAKNA SEBUAH PARTAI SIRA
(Suara Independen Rakyat Aceh )
Keduanya di ciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang menentukan perputaran waktu duania
Penggerakan makhluk lain nya dan penyinari alam kedua nya terletak di atas langit yang menjulang tinggi dan setia menyinari dan menerangi bumi serta kehidupan dalam suasana keindahan nya.
Bulan hanya satu di langit dan bintang sangat banyak keduanya tidak mungkin di pisahkan dari langit biru yang menjulang tinggi .
Demikianlah keduanya di atas kain biru yang damai pada Lambang Partai SIRA (Suara Independen Rakyat Aceh
Kedua nya melambangkan kecemerlangan yang tinggi , selalu terang benderang dan penentu arah waktu serta mempengaruhi pergerakan makhluk lainnya.
Bulan dan bintang menunjuk kan nilai dan cita-cita Partai SIRA yang menghendaki kemajuandan kelahiran para pemimpin yang hebat da cemerlang untuk ke emasan Aceh
Jumlah bintang sepuluh menggambarkan Partai SIRA yang di dirikan secara resmi
dan dengan
idelisme kolektif yang bersinar pada tanggal 10 Desember 2007. Yang bertepatan dengan hari HAM sedunia wassalam (udin-sira)
Pertanyaan ini penting penulis kira, agar kita tidak salah kaprah yang pada akhirnya kita akan melupakan identitas kita sebagai sebuah gerakan pembebasan yang beranjak dari nilai dan moralitas. hal ini perlu saya sorot sedikit, karena Aceh secara keseluruhan tengah dalam era transisi yang saat ini sedang digiring yang kemudian akan terjadi transformatif secara totalitas.
Karena menjadi hal yang tidak mungkin dipungkiri atau kita nafikan, dimana eforia kebebasan dan embel-embel Demokrasi membuat kita sebagian larut dalam skenerio politk yang tidak berujung, dan memungkinkan kita terjebak didalamnya.
tetapi persoalan-persoalan seperti itu tidak akan terjadi ataupun akan bisa diminimalisasi kemungkinan arah-arah demikian jika secara ideologi, konsep berupa kesiapan sumber daya manusia orang-orang yang ada dalam SIRA telah terbangun. meskipun mungkin sebagian teman-teman akan balik bertanya, apakah kawan-kawan yang selama ini selalu bersama belum cukup untuk mengukur laoyalitas maupun integritas terhadap SIRA dan arah perjungan itu sendiri?
Bagi saya, saya akan katakan bahwa itu tidak cukup. karena perjuangan akan berjalan tidak dalam satu zaman, tetapi dia akan terus berjalan pada periodesasinya, artinya bahwa orang-orang akan terproses secara alamiah dan itu tidak mesti pada saat perjuangan itu dalam kemelartan tetapi bisa jadi pada era ini, era dimana kebebasan itu didapat.
kunci poinnya adalah, Partai SIRA boleh semua orang mengaku terlibat dan berjasa, serta kita selalu mengatakan bahwa partai SIRA adalah ingklusif, artinya semua orang boleh terlibat dalam partai SIRA, tetapi saya tekankan bahwa partai SIRA SDM nya perlu ditingkatkan dan bukan Kader Karbetan. Selamat berjuang Kawan.