Wednesday, 08 July 2009

Maswadi: Kelihatannya Pilpres Satu Putaran

Jakarta - Penghitungan suara Pilres telah berlangsung. Hasil quick count sementara dari beberapa lembaga survei menunjukkan, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono memimpin dengan perolehan suara di atas 55 persen.

Melihat kondisi ini, pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf memprediksi, Pilpres akan berlangsung satu putaran saja. "Iya, hasil itu tidak begitu mengejutkan. Kelihatannya akan satu putaran," katanya kepada detikcom, Rabu (8/7/2009).

Maswadi mengatakan, pola ini sebenarnya sudah terlihat dari hasil polling beberapa lembaga survei sebelum pilpres berlangsung. Hanya saja, ada harapan, perubahan pilihan di masyarakat.

"Tapi ternyata itu tidak terjadi, masyarakat tidak mengubah pilihannya," kata Maswadi.

Meski begitu, Maswadi menyambut baik jika Pilpres benar-benar berlangsung hanya satu putaran. Dilihat dari penyelenggaraan, Pilpres satu putaran akan menghemat banyak hal.

"Kalau memang satu putaran itu bagus dari segi waktu, tenaga dan biaya dan kepentingan rakyat," kata Maswadi.

( ken / iy )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Denny JA: SBY Satu Putaran Aman Dideklarasikan

Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) telah hampir usai melakukan penghitungan cepat dalam pemilihan presiden 2009. LSI berani mengklaim bahwa pilpres kali ini akan berlangsung satu putaran dengan pemenang adalah pasangan SBY-Boediono.

"Secara ilmiah pilpres ini berlangsung satu putaran dengan pemenangnya adalah pasangan SBY-Boediono," tegas Direktur LSI Denny JA saat dihubungi detikcom, Rabu (8/7/2009) pukul 14.20 WIB.

Denny berasumsi, dengan quick count yang sudah rampung lebih dari 60 persen, perolehan suara SBY mencapai 50 persen lebih. Selain itu, lebih dari 70 daerah, suara pasangan tersebut juga sudah mencapai 20 persen.

"SBY satu putaran sudah aman untuk dideklarasikan," tegas Denny yang selama ini dikenal getol mengkampanyekan gerakan satu putaran ini.
( mok / nrl )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Hasil Quick Count Suara JK-Wiranto Paling Buncit, SBY-Boediono Menang Satu Putaran

Jakarta - Hasil hitung cepat beberapa lembaga survei membuat kejutan baru. Pasangan JK-Wiranto yang pada tahap-tahap awalnya banyak mengungguli pasangan Mega-Prabowo, saat ini justru berada di urutan paling buncit. Selisihnya pun cukup jauh setelah hasil quick count lebih dari 50 persen.

Sementara, seperti diperkirakan semua pihak, pasangan SBY-Boediono sesuai hasil hitung cepat diprediksi akan menang satu putaran karena perolehannya mencapai 50 persen lebih di semua lembaga survei. Pasangan SBY-Boediono meninggalkan lawannya dengan mulus.

Hasil quick count dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat perolehan pasangan SBY-Boediono sampai pada sampel 70 persen mencapai angka 60,30 persen. Sementara pasangan Megawati-Prabowo memperoleh angka 26,35 persen dan pasangan JK-Wiranto 13,36 persen.

Sementara quick count yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA mencatat pasangan SBY-Boediono mencapai angka 59,07 persen. Sementara pasangan Megawati-Prabowo memperoleh angka 27,47 persen dan pasangan JK-Wiranto 13,55 persen.

Sementara itu, hasil hitung cepat dari LP3ES juga mencatat kemenangan pasangan SBY-Boediono dengan angka 54,98 persen. Sementara pasangan Megawati-Prabowo memperoleh angka 25,75 persen dan pasangan JK-Wiranto 19,28 persen.

Lembaga survei Cirrus dalam hitung cepatnya juga mencatat kemenangan SBY-Boediono sampai 57,02 persen. Sementara pasangan Megawati-Prabowo memperoleh angka 26,47 persen dan pasangan JK-Wiranto 16,51 persen.

Lembaga Riset Indonesia (LRI) pimpinan Johan Silalahi yang sebelumnya mencatat perolehan SBY di bawah 50 persen, saat ini mencatat 58,50 persen. Sementara pasangan Megawati-Prabowo memperoleh angka 25,95 persen dan pasangan JK-Wiranto 15,55 persen.

Dari hasil hitung cepat ini, memang SBY diprediksi paling unggul dan bisa langsung menang satu putaran. Hal ini didasarkan pada UU Pilpres yang menyebutkan Pilpres bisa dilakukan satu putaran apabila pasangan capres memperoleh suara 50 persen lebih yang persebaran suaranya mencapai angka 20 persen lebih di minimal 17 provinsi.

( yid / iy )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Lingkaran Survei Indonesia: SBY-Boediono Menang, Pilpres Satu Putaran

Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA sudah bisa memastikan bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 berlangsung satu putaran. Pemenangnya adalah pasangan SBY-Boediono.

Kepastian ini disampaikan salah seorang peneliti LSI saat mengomentari hasil quick count yang dilakukan lembaganya di TVOne, Rabu (8/7/2009). Kepastian ini diketahui setelah suara yang masuk mencapai di atas 66,65%.

Dari hasil quick count itu, SBY-Boediono mendapat suara di atas 58%, Mega-Prabowo di atas 27%, dan JK-Wiranto sekitar 14%.

Penyebaran suara di masing-masing provinsi juga diperlihatkan. Dan SBY-Boediono meraih suara di atas 50% di banyak provinsi. Hingga saat ini, suara yang dikumpulkan dalamquick count LSI sudah mencapai 76,5%.



( asy / nrl )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Foto JK 'Dimutilasi' di Menteng Dalam

Jakarta - Tidak cukup dicontreng di angka, wajah Jusuf Kalla (JK) dilubangi. Lalu foto JK bagian kepala di kertas suara raib entah ke mana. Alhasil, surat suara tersebut dinyatakan tidak sah karena robek.

"Iseng sekali sampai dirobek kepalanya," kata salah satu warga, Sudirman (44), di TPS 32 yang melayani pemilih di RT 7,8,9, Menteng Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2009).

Hingga pukul 13.50 WIB penghitungan suara masih berlangsung. Puluhan warga antusias melihat penghitungan. Bila jagoannya dicontreng, tepuk tangan dan teriakan gemuruh dukungan pun mengalir.

( Ari / iy )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Monday, 06 July 2009

Mayoritas Pemilih Paham Cara Mencontreng

BANDA ACEH - Mayoritas pemilih di Aceh sudah paham tatacara memilih dengan memberikan tanda contreng. Bahkan, tingkat pengetahuan pemilih terhadap tata cara memberikan suara pada pemilu presiden dan wakil presiden tergolong lebih tinggi dibandingkan dengan pemilu legislatif 9 April lalu. Demikian hasil pantauan Serambi saat berlangsungnya kegiatan simulasi pemilu presiden dan wakil presiden yang diselenggarakan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar bekerjasama dengan Internasional Foundation for Electoral Systems (IFES) terhadap 235 pemilih di Desa Luthu Dayah Krueng, Sibreh, Aceh Besar, Sabtu (4/7).

Meskipun demikian dalam simulasi tersebut masih ditemukan surat suara yang tidak sah karena pemilih tidak dapat memberi tanda conteng dengan benar sesuai dengan aturan yang ditetapkan KPU. Tingkat kesalahan menconteng ini terjadi pada 13 pemilih (5,5%) dari jumlah 235 pemilih yang terlibat. Sedangkan 222 pemilih (94,5%) memperlihatkan seluruh tanda conteng dinyatakan sah.

“Sebagai pihak penyelenggara kita melihat simulasi berjalan lancar sesuai harapan. Ini ditandai dengan antusiasme masyarakat yang tinggi dan tingkat kesalahan yang kecil,” kata Ketua Pemungutan dan Penghitungan Suara KIP Aceh Besar, Hafidz Hf. Acara simulasi semestinya diikuti 338 pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS Desa Luthu Dayah Krueng. Namun hingga berakhirnya waktu pencontengan, masyarakat yang datang dan memberi suaranya hanya 235 pemilih, sisanya tidak hadir.

Dari pemantauan Serambi, untuk meyelesaikan pencontengan terhadap 235 pemilih dibutuhkan waktu 3 jam 10 menit. Dimulai dari proses sumpah petugas TPS, pemungutan suara hingga proses penghitungan suara yang disaksikan masyarakat dan saksi dari tiga kandidat. Kertas suara yang dipakai menyerupai kertas suara Pilpres 2009, namun tanpa foto kandidat (dihitamkan) dan nomor urutnya diganti menjadi 10, 11, dan 12. Rata-rata pemilih, dari saat mengambil surat suara hingga mencelupkan jari dalam tinta, menghabiskan waktu 1-2 menit. Sedangkan pemilih muda melakukan lebih cepat kira-kira 45 detik hingga 1 menit dan pemilih tunanetra menghabiskan waktu rata-rata 4 menit di TPS.

Kesalahan beragam
Dari hasil penghitungan suara, mayoritas pemilih menjatuhkan pilihanan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 11 dengan jumlah 162 suara, sedangkan capres dan wapres nomor urut 10 dan 12 masing-masing mendapat 20 dan 40 suara. Sedangkan 13 suara lainnya dinyatakan tidak sah. Tingkat kesalahan ini terjadi beragam. Seperti mencontreng dua kali, membuat garis horizontal hingga mengenai kolom gambar kandidat lain, tidak dicontreng sama sekali dan mencoblos dalam keadaan surat suara terlipat, sehingga terdapat dua coblosan.

Selain itu juga ditemukan pemilih memberi tanda titik serta melingkari nomor urut calon, dan kedua tanda itu menurut para saksi dinyatakan tidak sah sesuai dengan peraturan KPU. Para petugas KPPS juga diminta mengumumkan kepada pemilih setiap 10 menit sekali untuk mencontreng satu kali saja pada setiap kertas suara. Ketua KPPS Desa Luthu Dayah Kreung Azahar mengakui, pihaknya tidak mengalami kesulitan dalam menjalan proses pemungutan dan penghitungan suara dalam simulasi tersebut.

Ketua KIP Aceh Abdul Salam Poroh, mengatakan simulasi tersebut dilakukan dengan harapan KIP dan jajaran di tingkat KPPS dapat belajar bagaimana menjalankan fungsinya masing-masing dan menjadikannya hasil simulasi itu sebagai rujukan pada hari H 8 Juli. “Kita juga berharap petugas lapangan benar-benar mempelajari formulir penghitungan suara pada Pilpres 2009 dan segera bertanya pada KIP apabila tidak mengerti, agar tidak terjadi kesalahan teknis dalam pengisian,” katanya yang saat itu turut didampingi Wakil Ketua KIP Aceh Ilham Saputra.(sar)

Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda

Friday, 03 July 2009

40 Pejabat Ikuti Dikpim III

BANDA ACEH - Sebanyak 40 pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh, sejak Rabu (1/7) mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat III (Dikpim III) di Aula Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aceh. Kegiatan yang dihadiri para widyaswara di lingkungan BKPP Aceh itu dibuka Sekda Aceh, Husni Bahri TOB.

Informasi tentang pelatihan itu disampaikan Kabag Humas Pemerintah Aceh, Nurdin F Joes, melalui siaran pers yang diterima Serambi, tadi malam. Sekda pada kesempatan itu mengharapkan belajar di Dikpim III harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para pejabat guna meningkatkan kompetensi sumberdaya aparatur dalam menjalankan tugasnya.

Sesuai visi Pemerintah Aceh yang menginginkan terwujudnya perubahan fundamental di Aceh dalam segala sektor kehidupan masyarakat, sebut Sekda, mau tak mau reformasi di segala sektor kehidupan masyarakat menjadi suatu keniscayaan. Selain itu, katanya, unsur birokrasi juga harus mereformasi diri dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Reformasi birokrasi aparatur, kata Sekda sebagaimana dikutip F Joes merupakan rangkaian pembaruan secara konsepsional, sistematis dan berkelanjutan dengan melakukan berbagai upaya penataan, peninjauan, penertiban, perbaikan, penyempurnaan dan pembaruan sistem kebijakan dan peraturan perundang-undangan bidang aparatur negara, termasuk perbaikan akhlak moral.

Reformasi birokrasi saat ini, menurutnya, dititikberatkan pada dua permasalahan yang mendasar, yaitu penataan kelembagaan pemerintah dan rasionalisasi PNS. Penataan kelembagaan kata Sekda diarahkan untuk mewujudkan organisasi pemerintahan yang efisien dan efektif serta peningkatan kapasitas SDM aparatur. Sementara rasionalisasi PNS bukan semata-mata dimaksudkan untuk pengurangan pegawai, tapi ditekankan agar pengadaan pegawai disesuaikan dengan kualitas, komposisi, distribusi dan kompetensi yang dibutuhkan secara ideal demi kepentingan efesiensi dan efektivitas kerja organisasi pemerintah.

Sementara T Armansyah, panitia pelaksana, sebagaimana dikutip F Joes, mengatakan, Dikpim itu berlangsung selama 360 jam pelajaran (JP) dan berakhir Minggu (19/8) mendatang. Sementara orservasi lapangan (OL) bagi peserta diklat ini direncanakan dilaksanakan di di jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur.(jal)

Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda