Tuesday, 30 June 2009

Hari Ini, Gubernur Tutup MTQ di Takengon

Aceh Tengah menjuarai Cabang Fahmil

Juara pertama Cabang Fahmil Quran Putra asal Aceh Tengah (baju putih) diapit oleh sejumlah panitia pelaksana usai mengikuti babak final, Minggu (28/6) di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon. Tim Aceh Tengah berhasil menjuarai Cabang Fahmil Quran Putra pada MTQ XXIX tingkat Provinsi Aceh di Takengon. SERAMBI/MAHYADI

TAKENGON - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung di Takengon, Aceh Tengah, Minggu (28/6) kemarin dilaporkan berakhir. Sementara upacara seremonial penutupan dan pengumuman pemenang, akan dilakukan Gubernur Aceh yang diwakili Sekda Aceh Husni Bahri TOB, Senin (29/6). Dari delapan cabang MTQ yang diperlombakan, sejak 22 Juni lalu, empat di antaranya, masing-masing cabang Tartil Quran, Syarhil, Khatil dan Musabaqah Menulis Kandungan Quran (M2KQ) tuntas dilaksanakan Sabtu (27/6) lalu. Sedangkan cabang Hifzil Quran, Tafsir Quran, dan Fahmil Quran secara keseluruhan telah rampung pula dilaksanakan siang kemarin.

Sementara itu untuk cabang Tilawah Quran, pelaksnaan babak finalnya baru tuntas dilaksanakan Minggu (28/6) malam tadi. “Untuk cabang Tafsir Quran, petang ini (kemarin petang-red) sudah rampung pelaksanaan perlombaanya, hanya tinggal menunggu hasil yang akan diumumkan pada acara penutupan,” kata Walid MAg, Panitia Pelaksana Cabang Tafsir, kepada Serambi (28/6). Nama-nama pemenang yang berhasil menjadi juara pada MTQ XXIX kali ini, belum dapat diumumkan karena semua hasil akan disiarkan serentak dengan acara penutupan. Sejauh ini, hanya pemenang Cabang Fahmil Quran namanya sudah diketahui yakni juara pertama Cabang Fahmil Putra diraih tim Kabupaten Aceh Tengah dan juara pertama Fahmil Putri direbut tim Aceh Besar. “Nama-nama pemenang akan diumumkan pada saat penutupan nanti,” sebut Walid MAg yang juga Kepala Madrasah Tsanwiyah Negeri (MTsN) Kampung Boom, Kecamatan Lut Tawar itu.

Seorang panitia Cabang Tilawatil Quran, Nasri mengatakan, semua cabang perlombaan tilawah tuntas, hanya menyisakan cabang tilawah dewasa putra dan putri yang digelar tadi malam, hingga pukul 21.00 WIB. Pantauan Serambi di sejumlah lokasi arena digelarnya cabang perlombaan MTQ ke XXIX, sebagian telah mulai dibersihkan dan para panitia tampak mulai mengangkut semua peralatan seperti soundsystem (pengeras suara) dan perlengkapan lainnya. Sementara di arena utama berlangsungnya MTQ Lapangan Musara Alun, Takengon, hingga Minggu malam, masih digelar sejumlah perlombaan, sehingga para pengunjung terkonsentrasi di depan panggung utama ini.(c35/min)

Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.

Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda



Friday, 26 June 2009

JK Menerawang Nasib dari Pelat Nomor Mobil

JAKARTA - Sehari setelah dikunjungi calon presiden Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (25/6) kemarin, jajaran pimpinan Kelompok Kompas Gramedia (KKG), kembali menerima kunjungan capres Partai Golkar, M Jusuf Kalla yang berkunjung ke kantor Kompas, di Jalan Palmerah Selatan, Jakarta.

Kalla yang mengenakan kemeja lengan panjang putih tiba tepat pukul 13.30 dan disambut oleh jajaran pimpinan di KKG, seperti CEO Agung Adiprasetyo, Pemimpin Redaksi Harian Kompas Rikard Bagun, wartawan senior Agus Parengkuan, dan Redaktur Pelaksana Budiman Tanuredjo. Seperti juga SBY, Kalla dan rombongan diterima oleh pimpinan Kompas Gramedia, Jakob Oetama di lantai 6 Gedung Kompas Gramedia.

Seperti biasa, bukan Jusuf Kalla namanya jika tidak membuat setiap pertemuan yang dihadirinya hangat dengan derai tawa. Hal itu pula yang terjadi siang ini di kantor Harian Kompas, saat ia bersama rombongan diterima oleh jajaran pimpinan Kompas, siang kemarin. Seusai menikmati santap siangnya, Jusuf Kalla yang kini menjadi calon presiden dari Partai Golkar mulai menerawang peruntungannya untuk menjadi pemenang dalam pemilu presiden 8 Juli mendatang. Ia mengamininya dengan mengamati nomor polisi kendaraan dinasnya sejak menjadi menteri.

“Waktu pertama jadi menteri perdagangan, pelat nomor saya B 21, lalu jadi menko kesra B 12, setelah jadi wapres B 2 (RI 2), tinggal B 1 (RI 1) saja yang belum,” kata Kalla diiringi tawa dan tepuk tangan dari semua orang yang hadir di lantai 6 Gedung Kompas Gramedia. “Jadi hidup saya begitu, tinggal di bolak-balik saja,” sambungnya sambil terus tersenyum lebar.

Tak berhenti sampai di situ. Keyakinannya untuk meraih kursi RI 1 pun dapat dilihat dari lokasi kantornya selama menduduki jabatan di pemerintahan. Menurutnya, saat pertama kali menjadi menteri, ia memegang jabatan sebagai menteri perdagangan yang berkantor di Jalan Medan Merdeka Timur, depan Stasiun Gambir.

Lalu, pada kesempatan selanjutnya, ia mendapat kepercayaan menjadi menteri koordinator kesejahteraan rakyat yang kantornya berdiri di Jalan Medan Merdeka Barat. Saat ini, ketika menjalani tugas sebagai wakil presiden, Kalla berkantor di Jalan Medan Merdeka Selatan. “Jadi setelah ini, tinggal Medan Merdeka Utara yang belum,” ujarnya sambil kembali tertawa. Di Jalan Medan Merdeka Utara, berdiri Istana Merdeka yang kini menjadi kediaman dinas Presiden RI, yang kini sedang dikejar oleh Kalla. “Jadi semua sudah terlihat,” katanya sambil terus bercanda.(kcm)


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda



Pilpres dan Jasa Perdamaian Aceh

Kompas, Jumat, 26 Juni 2009 | 03:22 WIB

Teuku Kemal Fasya

Saat berkampanye di Aceh, Jusuf Kalla mengatakan, perdamaian Aceh adalah bagian dari prestasinya.

JK mengingatkan, hanya dirinya yang berani membubuhkan tanda tangan pada draf partai lokal dalam konsiderans Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki. Saat itu banyak elite nasional mengecamnya karena dianggap mengarah kepada ”sebatang rokok lagi” menuju kemerdekaan Aceh.

Komentar JK melahirkan reaksi dari kubu Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Hatta Rajasa membantah SBY tidak apresiatif terhadap perdamaian Aceh. Buktinya, pemerintah telah mengadopsi prinsip-prinsip perdamaian Helsinki ke dalam undang-undang pemerintahan Aceh dan peraturan pemerintah tentang partai lokal (kompas. com, 14/6).

Sejarah perdamaian

Beberapa dokumen menyebutkan, rintisan perdamaian Aceh telah dimulai sebelum bencana tsunami. Farid Husain, salah seorang tim pelobi, menyebutkan dalam memoarnya, To See the Unseen: Kisah di Balik Damai Aceh (2007), rapat-rapat partikelir telah dilakukan antara pihak Indonesia dan GAM pada masa darurat sipil. Diskusi dilakukan di beberapa tempat, seperti di restoran Aceh; daerah Benhil, Jakarta; di tengah hutan belantara Aceh Utara; Singapura; hingga Swedia.

Tsunami meningkatkan level perundingan sekaligus melibatkan pihak asing sebagai mediator. Dialog enam babak dimulai sejak musim dingin (27-29 Januari 2005) hingga musim panas (15 Agustus 2005) di Vantaa, Helsinki, Finlandia. Disponsori Crisis Management Initiative, dengan peran Martti Ahtisaari sebagai motornya dan lobi seorang intelektual-pengusaha asal Finlandia yang telah dipercayai GAM, Juha Christensen.

MoU Helsinki adalah berkah perdamaian terbaik bagi Aceh karena telah bertahan hampir empat tahun. Bandingkan dengan tiga kesepakatan sebelumnya: Jeda Kemanusiaan (2000), Moratorium Kekerasan (2001), dan Cessation of Hostilities Agreement (CoHA) atau Kesepakatan Penghentian Permusuhan (2002). Semuanya gagal berumur lebih dari enam bulan.

Prinsip-prinsip dalam CoHA banyak diadopsi dalam MoU Helsinki. Namun, prinsip seperti soal keamanan, bantuan kemanusiaan, rekonstruksi, dan civilian reform gagal efektif. Salah satunya karena sering muncul perdebatan di media tentang pelanggaran masing-masing pihak. SBY (saat itu Menko Polkam) menuding GAM tidak fair menjalankan CoHA sehingga mengarah pada krisis keselamatan negara. Pemerintah juga siap mengambil langkah tegas untuk menghentikan CoHA (Kompas, 8/5/2003). Langkah tegas itulah yang diartikan sebagai operasi militer terpadu yang menjadi prahara kemanusiaan terburuk pascadaerah operasi militer (DOM).

Pada perjanjian Helsinki, presiden SBY sempat menolak kehadiran Partai GAM (sebelum diubah menjadi Partai Gerakan Aceh Mandiri, terakhir disetujui bernama Partai Aceh). Menurut dia, pembentukan partai lokal dari kelompok separatis tidak sesuai dengan semangat rekonsiliasi, persatuan, melupakan luka-luka lama, dan kembali ke Negara Kesatuan RI (Antara, 10/7/2007). Tak heran JK memiliki interpretasi hadirnya perdamaian di Aceh, terutama partai lokal, adalah hasil keberaniannya.

Komposisi tim yang merintis dialog Helsinki adalah all the Vice President’s Men atau disebut the Finland-Sulawesi connection. JK memang lebih aktif. Mereka yang dipercaya sebagai delegasi adalah Farid Husain (Deputi Menko Kesra) dan Hamid Awaluddin (mantan Menteri Hukum dan HAM), ditambah seorang menteri dari Aceh, Sofjan Djalil (Aboeprijadi Santoso, Dari Vila Vantaa ke Mabes Cilangkap, 2005).

Bersikap kritis

Tidak seperti daerah lain yang relatif bersih dari pengalaman traumatis, bagi Aceh, pemilu presiden kali ini jelas bertambang sejarah ingatan, terutama terkait militerisme. Untuk itu, mungkin Mega-Pro berpeluang kecil merebut suara di Aceh karena Megawati menyetujui proposal darurat militer (19 Mei 2003).

Sisa perebutan tinggal antara SBY-Boedi dan JK-Win. Jika dilihat peran aktif perdamaian, JK lebih unggul (meski tanpa partisipasi elemen sipil Aceh perdamaian juga utopia), tetapi keputusan akhir negara tetap di tangan SBY sebagai presiden. Kemungkinan ini menyebabkan JK tidak akan sendirian melenggang memperebutkan suara Aceh.

Ada dilema pada track record cawapres Wiranto. Sebagai jenderal reformis, ia di persimpangan. Pada masanya status DOM dicabut (7/8/1998). Wiranto juga meminta maaf atas sikap kasar ABRI terhadap rakyat Aceh. Namun ia tidak mengakui ada ladang pembantaian (killing fields) ala Kamboja yang dilakukan sistematis oleh institusi militer.

Itulah palu sejarah, penuh interpretasi dan ketidaksempurnaan. Meski demikian, rakyat Aceh harus bersikap sempurna: memilih pemimpin yang tidak ragu- ragu melanjutkan ide perdamaian, keadilan, dan demokrasi seperti sedang berlangsung di bumi Chik Di Tiro selama ini.

Teuku Kemal Fasya Dosen FISIP Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda



Thursday, 25 June 2009

Hasil Putusan MK Partai SIRA Dapat Satu Kursi DPRA

BANDA ACEH - Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA), akhirnya mendapat satu kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), menyusul keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan pembatalan SK KPU No.255/Kpts/KPU/2009 yang diajukan oleh Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan (DP) 3 Aceh Utara.

Kepastian mendapat satu kursi DPRA itu disampaikan Ketua Tim Advokasi Partai SIRA, Safaruddin SH, kepada Serambi melalui telepon, Rabu (24/6) malam tadi. “Dengan putusan MK itu berarti SK KPU No.255/Kpts/KPU/2009, yang menetapkan perolehan satu kursi untuk Partai SIRA di DP 3 Aceh Utara tetap berlaku,” katanya.

Ketika ditanya, dari sejumlah calon anggota legislatif (caleg) Partai SIRA yang maju dari DP 3 Aceh Utara, jatah satu kursi DPRA ini untuk siapa, Safaruddin SH mengatakan bahwa itu untuk caleg Partai SIRA yang berhasil mengumpulkan suara terbanyak dari DP tersebut. “Berdasarkan hasil pemilu legislatif 2009 lalu, caleg Partai SIRA yang berhasil mengumpulkan suara terbanyak itu Zoel Fadhli SE,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Tinggi Partai SIRA, Muhammad Nazar, yang dimintai konfirmasinya terkait putusan MK tersebut membenarkan bahwa dengan ditolaknya gugatan pembatalan yang diajukan oleh Partai Golkar itu, Partai SIRA mendapat satu jatah kursi di DPRA. “Sejak awal kita sudah memprediksikan bahwa keputusan KPU, yang menetapkan satu kursi untuk Partai SIRA dari DP 3 sudah benar,” katanya kepada Serambi, tadi malam.

Ditolak MK
Sebelumnya, Tim Advokasi Partai SIRA juga melaporkan sejumlah kasus tindak kekerasan yang dialami oleh para aktivis dan simpatisannya di lapangan pada masa kampanye pemilu legislatif lalu. “MK mengakui adanya tindak kekerasan yang diterima oleh Partai SIRA, namun gugatan kita itu ditolak dengan pertimbangan bahwa proses demokratisasi di Aceh masih dalam masa transisi pascakonflik,” kata Safaruddin.

Terkait penolakan atas gugatan yang diajukan pihaknya kepada MK, Ketua Tim Advakasi Partai SIRA itu mengungkapkan bahwa dalam mengajukan gugatan tersebut pihaknya sudah menyertakan bukti dan saksi-saksi yang cukup kuat. “Tapi, sesuai dengan undang-undang putusan MK itu bersifat final dan mengikat. Jadi, ya kita terima saja,” pungkasnya.(ask)



Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda



KIP Aceh Utara Periksa 360 Ribu Surat Suara

LHOKSUKON - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara, memeriksa 360.031 kertas surat suara Pilpres 2009. Setelah disortir, surat suara itu akan dikirim ke 996 TPS yang tersebar di 852 desa dalam wilayah Aceh Utara. Sekretaris KIP Aceh Utara, Abdullah Hasboh, didampingi Pokja Logistik Jufri Sulaiman kepada Serambi Selasa (23/6) mengatakan, sesuai data terakhir bulan Mai 2009, jumlah pemilih di Aceh Utara 351.992 orang. Jumlah tersebut berkurang 10 ribu dibandingkan pemilu legislatif dua bulan lalu.

Menurut Abdullah Hasboh dan Jufri, pemeriksaan atau penyirtiran surat suara itu melibatkan puluhan pekerja. Surat suara yang rusak semuanya telah dipindahkan. Namun, kata Abdullah, hal itu tidak akan menjadi kendala, karena surat suara yang diterima oleh KIP Aceh Utara lebih sekitar dua persen dari jumlah pemilih yang telah terdaftar.

Pokja Logistik Jufri Sulaiman menambahkan, dengan sudah tibanya kertas surat suara juga tinta di Lhokseumawe, diharapkan seluruh proses persiapan di tingkap KIP selesai pada, 29 Juni dan sudah mulai diterima oleh pihak PPK pada tanggal 4 Juli. Selain kertas suara kepada para calon pemilih pilpres, kata Jufri, KIP juga menyediakan formulir A-5 untuk warga yang ingin mencontreng di tempat lain, karena alasan tertentu. Misalnya bagi petugas anggota KIP yang ditugaskan ke luar kecamatan tempat berdomisilinya, atau wartawan yang mendapat tugas peliputan di luar daerah kecamatannya. Untuk mendapatkan formulir ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain tiga hari sebelum hari H sudah mendaftar ke panitia dimana dia terdaftar namanya sebagai pemilih dan ada syarat lainnya.(ib)

Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda



Tuesday, 23 June 2009

Palang Merah Norwegia Latih Pegawai RSJ Aceh

BANDA ACEH - Palang Merah Norwegia, memberikan pelatihan untuk para pegawai Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh. Pelatihan yang berlangsung selama empat hari (22-25 Juni) itu dipusatkan di The Padee Hotel, Banda Aceh. Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh, H Saifuddin pada saat membuka acara tersebut Senin kemarin mengatakan, dengan adanya kegiatan pelatihan dialog dan traning fasilisator yang diberikan oleh Palang Merah Norwegia diharapkan mutu pelayanan di RSJ lebih meningkat dimasa akan datang.

“Kami berharap Norwegia untuk terus membantu RSJ Aceh, karena kita menyadari masih banyak kekurangan dalam berbagai hal,” katanya. Dikatakan, selama ini Norwegia melalui organisasi palang merahnya tidak saja membantu dalam hal pengembangan sumberdaya manusia bagi RSJ, tetapi juga turut memberi bantuan dalam bentuk fisik dengan membangun sejumlah fasilitas.

Pelatihan yang diikuti sekitar 30 peserta dari tenaga lapangan dan manajemen RSJ tersebut, dengan tenaga tutornya sebanyak tiga orang langsung didatangkan dari Norwegia yaitu, Sigurld Paulsen (ahli pengembangan organisasi dan master plant), Kristiansand, dan Francisca Maristha. Disamping itu juga dibantu tiga tenaga tutor dalam negeri yaitu, Endra Setiawan, Ninik Supartini, dan Indah Putri.

Pelatihan ini nantinya diharapkan dapat menemukan komunikasi dua arah yang lebih baik, antara tenaga lapangan dan manajemen RSJ. “Sehingga apa yang dibutuhkan pihak lapangan bisa langsung ditanggapi oleh pihak manajemen, begitu juga sebaliknya. Pelayanan yang kurang bagus selama ini mungkin akibat tidak terbangunnya komunikasi dua arah yang baik tersebut,” kata Endra Setyawan yang juga menjabat program manajemen dalam kegiatan tersebut.(sup)

Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda



Monday, 22 June 2009

JK Beli Teri, SBY Bela Diri - Megawati Unjuk Gigi -

DENPASAR - Beragam pernyataan, lagak, dan gaya dilakoni ketiga calon presiden (capres) RI dalam masa kampanye pilpres di tempat terpisah, Minggu (21/6) kemarin. Di Bali, Jusuf Kalla (JK) membeli 20 kilogram ikan teri dan membagikan gratis kepada warga pesisir. Di Medan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membela diri terhadap isu-isu yang memojokkan dirinya dan pasangannya, Boediono. Sedangkan Megawati Soekarputri (Mega) unjuk gigi di Garut bahwa perempuan mampu mandiri dan ia minta agar kesempatan diberikan kepada perempuan.

Dalam kunjungannya ke Bali, JK mendatangi pasar ikan Kedonganan, Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali. Di sini JK yang didampingi Ny Mufidah Kalla disambut ribuan nelayan. Berjubel mereka ingin mendekat dan berebut salaman dengan putra Bugis itu. JK terlihat antusias mengeliling bibir pantai. Beberapa kali ia berhenti dan berdialog dengan nelayan. “Gimana tangkapan ikannya?” kata JK. Sementara Ny Mufidah dengan saksama melihat ikan-ikan segar yang sedang disortir.

Beberapa kali JK dengan santai mengangkat ikan segar. “Ah ikan aku suka ini. Ikan mairo (teri),” kata JK yang spontan merogoh uang di sakunya untuk membeli ikan tersebut. JK jadinya membeli 20 kg ikan teri. Dengan santai ia bayar sendiri teri tersebut dengan uang cash Rp 150 ribu dari saku celananya. Semua ikan itu akhirnya dibagi-bagikan kepada masyarakat yang berada di sekelilingnya. Melihat JK membagikan ikan, spontan warga bertepuk tangan.

Usai mengunjungi tempat pendaratan ikan Kedonganan, JK melanjutkan perjalanan ke Semarang, Jawa Tengah, untuk kampanye dialogis di Gedung Kridanggo. Kemudian ia bergerak ke Ngangkruk Pengging Banyudono, Boyolali, dan terakhir melakukan kampanye terbuka di lapangan Kota Barat, Surakarta.

Bantah isu
Lain JK, lain pula SBY. Saat berkampanye di Medan, Sumatera Utara, kemarin, capres yang sedang menjabat Presiden RI itu mengatakan bahwa pada masa kampanye pilpres ini banyak gosip dan isu yang sengaja diedarkan untuk mendiskreditkannya dan pasangannya, Boediono. “Semakin banyak gosip dan isu yang beredar melalui SMS atau pesan singkat yang bertujuan mendiskreditkan pasangan SBY-Boediono,” katanya dalam pidato kampanye.

Isu yang pada awal kampanye pilpres muncul, lanjutnya, adalah mengenai dirinya telah menyusun kabinet untuk pemerintahan lima tahun ke depan. “Itu gosip yang jauh dari kebenaran. Isu yang tidak jelas sumbernya bahwa SBY telah susun kabinet dan bagi-bagi kekuasaan sama sekali tidak benar,” katanya di hadapan sekitar 2.000 orang peserta kampanye dari berbagai parpol pendukung SBY-Boediono.

Menurut SBY, saat ini baru masuk masa kampanye dan menuju pilpres, sehingga tidaklah mungkin baginya untuk menyusun kabinet. “Saya akan susun kabinet jika kembali diberi mandat. Jadi, kalau ada yang dengar isu itu, saya katakan itu tidak benar,” tegasnya. Selain mengenai bagi-bagi kekuasaan menjelang pilpres, SBY juga mengungkap isu yang menyebutkan bahwa kebijakan SBY akan berubah jika terpilih lagi menjadi presiden.

Isu miring itu menyebutkan SBY tidak lagi akan menjadikan NKRI sebagai harga mati jika terpilih lagi. “Mana mungkin. Bagi saya Pancasila, UUD 1945, dan NKRI merupakan harga mati,” tegasnya. Pada kesempatan itu SBY juga mengungkapkan banyaknya spanduk gelap yang mediskreditkan SBY-Boediono, yang dnilainya sebagai sikap yang tidak ksatria. Karenanya dia berharap pihak-pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas dan menegakkan aturan.

Agar diberi porsi
Capres Megawati Soekarnoputri meminta pemerintah agar memberikan porsi yang lebih besar kepada kaum perempuan untuk berkiprah dan berprestasi di berbagai sektor kehidupan masyarakat. “Kemandirian kaum perempuan harus diwujudkan dengan banyaknya memberikan kesempatan kepada mereka, termasuk pendidikan politik,” kata Mega dalam pidato kampanyenya di Garut, Minggu.

Menurutnya, pendidikan politik kepada masyarakat sangat penting agar rakyat mengetahui dan memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, sekaligus dapat melakukan pilihannya sendiri berdasarkan hati nurani. “Rakyat dapat memilih atas pilihannya sendiri dan bukan akibat unsur paksaan atau iming-iming pembagian uang dan materi,” kata Mega.

Kepada kalangan aparat dari mana pun, Mega menyerukan agar berbaik hati kepada rakyat dan tidak menyakitinya karena mereka berasal dari rakyat dan digaji juga oleh rakyat. Megawati mengemukakan pula optimismenya bisa memenangkan Pilpres 2009, karena dialah satu-satunya calon dari kalangan perempuan yang paling tahu kesulitan dihadapi kaumnya sendiri. Dengan pernyataan itu, artinya Mega sedang unjuk gigi atas kapasitas dan statusnya sebagai satu-satunya capres perempuan.

Kampanye Mega dihadiri ribuan warga Garut dari berbagai kelompok seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), asosiasi pedagang pasar, perguruan silat Gajah Putih, GMNI, LSM Mitra Perempuan, Perhimpunan Mahasiswa Garut Selatan, Komunitas Olahraga Berprestasi, Barisan Rakyat Arus Bawah, serta Gerakan Indonesia Bersatu. Usai kampanye di Garut, rombongan capres nomor urut 1 itu melanjutkan perjalanan ke Tasikmalaya, Ciamis, Jawa Tengah, Kebumen dan Yogyakarta. (ant/*)


Klik Duit Untuk Anda


Domain free Anda