Sunday, 21 December 2008

KANTOR PA SAGOE DIBAKAR

KUTACANE–Dua kantor sagoe (pengurus kecamatan) Partai Aceh (PA) dikawasan Lawe Bulan dan Bambel dibakar orang tak dikenal (OTK). Untungnya si pemilik rumah terjaga dari tidur dan selamat dari maut. Api yang sempat membara akhirnya berhasil dipadamkan.

Kejadian pembakaran berlangsun pada Sabtu (20/12) dinihari sekitar pukul 02.30 Wib. Isharma (31) salah seorang pengurus sagoe yang rumahnya berdampingan dengan kantor, awalnya mendengar suara gemuruh seperti gempa bumi.



Ia lalu membangunkan istri dan terburu-buru keluar rumah. Pria ini kontan terkejut saat membuka pintu, api sudah membesar dan mulai menghanguskan gubuk yang berada di samping rumahnya. Spontan saksi berteriak minta tolong hingga api akhirnya bisa dijinakkan.

Dari lokasi, pengurus PA tersebut menemukan empat botol bekas air mineral yang berisi bensin. Tiga diantaranya sudah terbakar, sementara satu masih utuh.Ditemukan juga sumbu yang dijadikan sebagai pembakar obor adalah sobekan bendera Partai Aceh. Barang bukti tersebut kini sudah diboyong ke kantor polisi.



Afrizal salah seorang pengurus DPW PA Aceh Tenggara di TKP merasa prihatin dengan kejadian ini dan menyesalkan tindakan pembakaran yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.



“Kita berharap agar kejadian ini tidak terulang lagi, hukum dapat mencari kebenaran. Kita juga tidak tahu apakah pelakunya dari PA sendiri atau yang lain, bahkan mungkin ada pihak ketiga, di sini aparat pebegak hukum diharapkan bekerja professional,” harap Afrizal.



Afrizal juga menduga-duga apakah kejadian ini datang dari keluarga korban konflik yang menyimpan dendam karena masa lalu. ”Kita juga tidak tahu pasti hal ini,” kata Afrizal seraya menyebutkan nyaris seluruh bendera PA di seluruh kecamatan hilang bahkan ada pamplet kantor yang dirusak.



Ketua DPW Partai Aceh Agara, Win Kaka kepada Koran ini melalui HP nya meminta agar masyarakat tidak terprovokasi dengan kejadian ini. "Mari kita jaga perdamaian yang sudah ada, jangan merusak perdamaian yang didapat dengan susah payah. Kepada aparat penegak hukum,diharapkan segera mengungkap kasus ini. Segera temukan pelakunya," pinta Win Kaka.



Menyikapi kasus tersebut, tokoh Pemuda Aceh Tenggara Nawi Sekedang,SE mengaku terkejut. Namun ia menolak berasumsi kalau hal ini dilakukan oleh orang lain.

“Bisa saja ini dilakukan oleh orang PA sendiri untuk mencari popularitas. Kalaupun ini dilakukan oleh masyarakat berarti ini suatu tanda kalau masyarakat Agara menolak kehadiran PA,” kata Nawi.



Namun demikian kita menghimbau kepada aparat penyidik agar mengusut tuntas masalah ini agar tidak terjadi saling tuding dan saling tuduh. Mari kita jaga perdamaian di Aceh secara bersama-sama," katanya.



Kapolres Aceh Tenggara AKBP Herdi Pujiono,SH saat dikonfirmasi melalui Kabag Ops Polres Agara AKP Fakhri via HP nya Sabtu (20/12) mengaku belum menerima laporan dari anggotanya tentang masalah ini. (mag-25/udin)

No comments:

Post a Comment