Wednesday, 21 January 2009

Perhatikan Nasib Kami...

250 Korban Tsunami Temui Gubernur
Selasa, 20 Januari 2009 | 07:08

Banda Aceh – Sebanyak 250 masyarakat asal Meulaboh yang mengatasnamakan Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS), Senin (19/1), sekira pukul 10.00 WIB melakukan unjukrasa di Kantor Gubernur Aceh, mereka mememinta pemerintah dapat memperhatikan nasib mereka yang tidak mendapat rumah bantuan tsunami.

Kami mau jumpa Gubernur,” yel-yel demikian kerap terlontarkan oleh pendemonstarsi saat mengelarkan aksinya. Hingga sekira 30 menit pasca kedatangan warga asal Meulaboh ini, Wakil Gubernur (Wagub)Aceh, Muhammad Nazar menghampiri mereka dan mengatakan, “Gubernur sedang ada kegiatan, jadi belum dapat meninggalkan kegiatanya. Oleh karenanya, saya yang mewakili,” tutur para pengunjuk rasa..

Melihat kedatangan Wakil Gubernur, para pengunjuk rasa langsung mengatakan, “Kami ratusan masyarakat asal Meulaboh, datang ke sini meminta Pemerintah Aceh untuk memperhatikan nasib, lantaran tidak mendapatkan rumah bantuan. Padahal, kami semua merupakan korban gempa dan tsunami,” ujar Edi Candra Koordinator aksi GPRS.

Menangapi hal tersebut, Wagub Aceh Muhammad Nazar menerima laporan tersebut dan akan memanggil pihak berkopenten, terutama BRR Aceh – Nias untuk membahas tentang hal ini. “Nanti saya akan memanggil pihak berkopenten untuk menyelesaikan hal ini, jadi warga diaharapkan tenang,” kata Nazar kepada Pendemo.

Pasca dialog beberapa puluh menit, antara Wagub dan pendemo, sekira puku; 13.00WIB, raysan pengunjukrasa membubarkan diri secara tertip dari halaman gedung kantor Gubernur.

Sementara itu, Edi Candra, Koordinator aksi GPRS memberikan komentar kepada Koran ini. Untuk hari ini (Senin (19/1) – red) kami pengunjukrasa akan mengakhiri dulu aksi demonstrasi. Serta akan melanjutkan esok hari dengan dua taget titik demonsktrasi, yakni, Gedung Dewan Perwakilan Aceh dan kantor BRR-NAD-Nias, katanya.

Terkait tanggapan Pemerintah Aceh melalui Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar, kami warga Meulaboh menunggu hasilnya dan jangan hanya janji-janji semata. “Kalau memang ingin memberikan sesuatu perhatian kepada masyarakat, kini lah saatnya,” cetus Edi mengenang saat Pasangan Irwandi – Nazar kampanye beberapa tahun lalu.

Mungkin, sebelum ada komitmen tertulis terkait hak kami, mungkin kami akan tetap bertahan di Banda Aceh. "Ada kemungkinan, para korban tsunami yang masih berada di Meulaboh juga akan kembali turun k ke Banda Aceh, guna meramaikan penuntutan hak mereka," papar Edi. (den)

No comments:

Post a Comment