Wednesday, 21 January 2009

Preman Akan Kuasai Legislatif

Pemilih Terus Diteror, Massa KAMMI Ingatkan Panwaslu
Selasa, 20 Januari 2009 | 07:09
BANDA ACEH – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh kembali mengingatkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Aceh, harus komitmen menindak tegas pelaku intimidisi sebelum dan saat pelaksanaan Pemilu 2009. Sebab, kalau mereka dibiarkan, gedung dewan (legislatif,red) bakal dikuasai kalangan preman.

“Intimidasi terhadap masyarakat untuk memaksa memilih partai politik tertentu saat Pemilu mendatang, akan membuat dewan baik ditingkat Provinsi (DPRA ) mapun kabupaten /Kota (DPRK) dipenuhi oleh preman,” tegas Sekjen KAMMI, M Muaz kepada wartawan saat menggelar aksi di Kantor KIP, Senin (19/1).

Muaz menuturkan, bila eksekutif dan legislatig diduki para preman maka kondisi Aceh dimasa mendatang tidak ubahnya akan diberlakukan hukum rimba. Siapa yang kuat melakukan teror yang akan mendapatkan jabatan.

Ia menyatakan, jika hal tersebut terjadi, maka Pemerintahan Aceh akan kacau. Karena dilandasi latar belakang mereka yang tentunya akan mengalami kesulitan menjalankan tugas sebagai anggota dewan. Disamping itu, akan terlihat kegamangan dalam pembuatan Qanun – qanun, serta tidak akan mampu mengalokasikan anggran dengan baik

Menurutnya, melihat atmosfir kondisi politik Aceh seperti kini, maka tidak akan tertutup kemungkinan intimidasi terhadap pemilih akan sangat besar terjadi. Untuk itu diperlukan sikap tegas kepada Panwas untuk menjatuhkan sanksi. Dan aparat kepolisian segera memproses laporan dengan menindak para pelaku intimidasi tersebut.

Massa juga menuntut kepada KIP untuk segera mensosialisasaikan pemilu di Aceh yang terkesan hanya masih di tempat. meminta KIP berpatisipasi untuk masyarakat sehingga pemilu 2009 bisa sukses.

Puluhan massa yang tergabung dalam KAMMI, Senin (19/1) kemarin membawa bendera kebesaran organisasinya, spanduk dan poster berisi tuntutan ketegasan dan konsistensi Panwas tersebut. Aksi yang dimulai pukul 10.30 WIB dan berlangsung tertib dibawah pengawalan ketat aparat kepolisian dari Poltabes Banda Aceh.

Serahkan Petisi
Massa KAMMI sempat kecewa karena sasaran mereka para anggota Panwas, ternyata sedang berada di luar daerah untuk melakukan fit and propertes kepada anggota Panwaslu di Kabupaten/kota. Para mahasiswa lalu menyampaikan aspirasinya kepada KIP Aceh.

Setelah beberapa waktu melakukan orasi di pelataran Kantor KIP, akhirnya Juru Bicara KIP Aceh, Nasir Zalba menemui para mahasiswa dan menyatakan anggota Panwas saat ini sedang melakukan tugas di daerah.

Kepada para pengunjuk rasa, Nasir mengingatkan, bahwa Panwas mulai minggu ini sudah tidak lagi berkantor di Gedung KIP. Mereka telah membentuk sekretariat dan mulai berkantor di Komplek Dinas Syariat Islam.
Walaupun demikian dirinya menyatakan akan menampung aspirasi para mahasiswa dan akan menyampaikan maksud tersebut kepada Panwas bila mereka telah kembali ke Banda Aceh.

Dalam kesempatan tersebut massa juga menyerahkan petisi berisikan tuntutan mereka kepada KIP untuk dititipkan kepada Panwaslu Aceh. Setelah melakukan aksinya, pukul 12.30 WIB, massa KAMMI akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (slm)

2 comments:

  1. salam
    bisa dijelaskan konsep perkembangan ekonomi yang ditawarkan partai SIRA

    saya tunggu tanggapannya



    wassalam

    ReplyDelete
  2. @liza:waliakum salam
    maaf bukan saya tidak membantu anda tapi saya kurang tau tetang perkembangan partai SIRA krn saya bukan anggota partai SIRA yang legis latg dan saya juga bukan caleg , saya disini hanya kerja dan kerja saya disini sebagai cleaning servis.. wassalam

    ReplyDelete